Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pemerintah Republik Indonesia serius melaksanakan pembangunan infrastruktur dan konektivitas antardaerah.
Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, hal tersebut nampak dari beberapa rencana pembangunan seperti rencana untuk membangun tol laut, serta pembangkit listrik berkapasitas 35.000 MW.
Namun, selain konsep yang matang, keseriusan pemerintah tersebut butuh pembiayaan yang besar.
" Kebutuhan pembiayaan yang besar telah diupayakan melalui berbagai langkah antara lain seperti pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sehingga memberi ruang fiskal yang cukup, hingga kerja sama dalam skema private public partnership (PPP)," ucap Agus.
Namun, ia mengingatkan bahwa salah satu tantangan perekonomian adalah sulitnya mendapatkan pembiayaan guna mengatasi celah pembiayaan infrastruktur.
" Selain itu, peran pendalaman pasar keuangan (financial deepening) dan inklusi keuangan (financial inclusion) juga penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih luas dan inklusif," tegasnya.
Oleh karena itu, BI bekerjasama dengan International Monetary Fund (IMF) mengadakan konferensi untuk membahas ihwal pembiayaan infrastruktur dalam pembangunan di wilayah Asia khususnya Indonesia.
" Konferensi hari ini diharapkan dapat memberi masukan, kontribusi dan solusi atas berbagai masalah tersebut," pungkas Agus Martowardojo.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya