Dream - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro ekspor harus digenjot lebih kencang agar dapat mengimbangi impor. Salah satu sektor yang dapat ditingkatkan adalah dari UMKM (Usaha Kecil dan Menengah).
Menurutnya, setiap terjadi goncangan ekonomi, sektor UMKM tetap kuat dan fleksibel dalam menghadapi hal tersebut. Dan sektor UMKM ini butuh dorongan yang lebih besar agar dapat berorientasi ekspor.
“ Kita butuh UMKM yang siap bersaing di pasar internasional. Agar UMKM siap bersaing di pasar internasional, pasti butuh pembiayaan,” ujar Bambang seperti dikutip dari laman situs Kemenkeu, Rabu, 26 Agustus 2015.
Untuk itu, lanjut Bambang, dirinya telah menetapkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 134/PMK.08/2015 tentang Penugasan Khusus Kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). PMK ini mengatur penugasan kepada LPEI untuk menunjang kebijakan ekspor nasional.
Untuk itu, PMK 134 menjadi penting karena menjadi pendorong LPEI untuk terus meningkatkan kinerjanya, dalam mendukung ekspor, khususnya dari para pengusaha UMKM.
“ Saya minta kepada LPEI untuk dapat memberikan bantuan kepada pengusaha UMKM. Untuk pengusaha UMKM juga, saya minta bisa diimbangi dengan kinerja yang tidak kalah baiknya,” pungkas Bambang. (Ism)
Advertisement
Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo

Sederet Alasan untuk Investasi Emas 'Hijau'


Hotel Terbesar di Dunia Ternyata Ada di Malaysia, Punya 7.351 Kamar

Cara Membuat Tubuh Tetap Sehat Walau Hanya Miliki Satu Ginjal Saja

El Niño dan La Niña: Dua Wajah Berlawanan dari Satu Siklus Iklim Pasifik

Kapan Waktu Terbaik Makan Sebelum Olahraga agar Energi Tetap Terjaga?

Pengeluaran Rp1,65 Juta, BPS Bongkar Uang WNI Menguap Kemana Saja

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru