Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah dan Kurs Rupiah Kompak Melemah

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 2 September 2015 16:28
Indeks Syariah dan Kurs Rupiah Kompak Melemah
Indeks ISSI dan JII sempat menyentuh zona hijau namun tertekan aksi jual jelang penutupan.

Dream - Terkoreksi di sesi pembukaan, bursa saham syariah sukses memperbaiki posisinya. Aksi beli investor jelang penutupan membuat indeks saham syariah hanya melemah tipis.

Tekanan pada emiten syariah kali ini berasal dari aksi jual investor asing yang kembali meningkat. Pemicunya, sentimen pelemahan bursa saham regional.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 2 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,391 poin (0,28%) ke level 139,189.

Koreksi juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang turun 1,442 poin (0,25%) ke level 582,657.

Meski ditutup melemah, dua indeks acuan saham syariah ini sempat bergerak menguat. Menembus zona positif, ISSI sempat menyentuh level tertinggi 139,874.

Indeks JII sendiri mencetak level tertinggi di 585,927 dan terendah di 572,475.

Belum beranjaknya indeks saham syariah dari zona negatif dipicu melemahnya harga 115 emiten. Sebanyak 18 diantaranya merupakan saham-saham bluechips syariah.

Beruntung aksi beli investor pada 64 emiten syariah berhasil menjaga ISSI dan JII melemah lebih dalam.

Indeks usaha Astra, ASII memimpin daftar top gainer indeks JII usai menguat Rp 275 per saham. Disusul SILO Rp 150, PGAS Rp 100, JSMR Rp 50, dan ADRO Rp 35 per saham.

Namun anak usaha Astra di bisnis perkebunan, AALI justru bernasib sebaliknya. AALI memimpin daftar top losser usai melemah Rp 700 per saham. Diikuti ITMG Rp 500, UNVR Rp 425, INTP Rp 350, dan LPPS Rp 350 per saham.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga berhasil memperbaiki posisinya jelang penutupan. IHSG yang sempat jatuh ke level 4.350,483 hanya ditutup melemah 11,166 poin (0,25%) ke level 4.401,293.

Pelaku pasar di pertengahan pekan ini mentransaksikan dana senilai Rp 4,49 triliun dengan 54,09 miliar saham yang berpindahtangan.

Dari pasar keuangan, rupiah tak sanggup keluar dari level 14.100. Terdepresiasi 35 poin (0,25%), rupiah bertengger di level 14.131 per dollar AS.

Beri Komentar