Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Terkoreksi di sesi pembukaan, bursa saham syariah sukses memperbaiki posisinya. Aksi beli investor jelang penutupan membuat indeks saham syariah hanya melemah tipis.
Tekanan pada emiten syariah kali ini berasal dari aksi jual investor asing yang kembali meningkat. Pemicunya, sentimen pelemahan bursa saham regional.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 2 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,391 poin (0,28%) ke level 139,189.
Koreksi juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang turun 1,442 poin (0,25%) ke level 582,657.
Meski ditutup melemah, dua indeks acuan saham syariah ini sempat bergerak menguat. Menembus zona positif, ISSI sempat menyentuh level tertinggi 139,874.
Indeks JII sendiri mencetak level tertinggi di 585,927 dan terendah di 572,475.
Belum beranjaknya indeks saham syariah dari zona negatif dipicu melemahnya harga 115 emiten. Sebanyak 18 diantaranya merupakan saham-saham bluechips syariah.
Beruntung aksi beli investor pada 64 emiten syariah berhasil menjaga ISSI dan JII melemah lebih dalam.
Indeks usaha Astra, ASII memimpin daftar top gainer indeks JII usai menguat Rp 275 per saham. Disusul SILO Rp 150, PGAS Rp 100, JSMR Rp 50, dan ADRO Rp 35 per saham.
Namun anak usaha Astra di bisnis perkebunan, AALI justru bernasib sebaliknya. AALI memimpin daftar top losser usai melemah Rp 700 per saham. Diikuti ITMG Rp 500, UNVR Rp 425, INTP Rp 350, dan LPPS Rp 350 per saham.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga berhasil memperbaiki posisinya jelang penutupan. IHSG yang sempat jatuh ke level 4.350,483 hanya ditutup melemah 11,166 poin (0,25%) ke level 4.401,293.
Pelaku pasar di pertengahan pekan ini mentransaksikan dana senilai Rp 4,49 triliun dengan 54,09 miliar saham yang berpindahtangan.
Dari pasar keuangan, rupiah tak sanggup keluar dari level 14.100. Terdepresiasi 35 poin (0,25%), rupiah bertengger di level 14.131 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya