Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Inflasi Rendah Tak Mampu Angkat IHSG

Reporter : Ramdania
Rabu, 2 September 2015 12:18
Inflasi Rendah Tak Mampu Angkat IHSG
Rendahnya daya beli masyarakat masih jadi faktor utama melemahnya ekonomi RI.

Dream - Badan Pusat Statistik telah mengumumkan realisasi inflasi bulan Agustus 2015 yang sangat rendah, yaitu hanya 0,39%. Namun, rupanya pencapaian positif tersebut tidak mampu mendongkrak IHSG.

Analis Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada menilai hal ini terjadi karena masih menurunnya daya beli masyarakat.

" Meski menurut kami angka inflas tersebut cukup bagus namun, tampaknya dipersepsikan lain oleh pelaku pasar dimana dinilai penurunan inflasi tersebut sejalan dengan penurunan daya beli masyarakat sehingga tidak memberikan positive surprise bagi pelaku pasar," ujar Reza dalam laporan harianya, Rabu, 2 September 2015.

Di sisi lain, lanjut Reza, imbas pelemahan bursa saham global turut direspon negatif pelaku pasar. Apalagi pelemahan tersebut dipicu oleh masih adanya pelemahan pada sejumlah data-data makroekonomi di Asia dan beberapa kawasan lainnya sehingga membuat pelaku pasar bereaksi negatif terhadap sentimen yang ada.

" Penguatan sebelumnya pun hanya dimanfaatkan pelaku pasar untuk profit taking sehingga memberi tekanan dan menghambat laju IHSG untuk dapat melanjutkan penguatannya," jelasnya.

Sementara itu, Reza menilai faktor dari adanya pertemuan IMF dan Indonesia serta adanya demo buruh, tidak memberikan porsi yang terlalu besar terhadap sentimen pelaku pasar.

" Sebelumnya kami sampaikan, Maraknya aksi beli membuat laju IHSG mampu menguat meski di akhir pekan kemarin mensinyalkan mulai berkurangnya daya dorong. Laju IHSG yang seharusnya secara sinyal mengalami penurunan menjadi berbalik naik dan bertahan di zona hijau," ujarnya.

" Meski demikian, IHSG masih menyisakan utang gap 4237-4295. Tetap mewaspadai sentiment yang ada terutama sentiment dari rilis makroekonomi dalam negeri," tambah Reza. (Ism)

Beri Komentar