Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Badan Pusat Statistik telah mengumumkan realisasi inflasi bulan Agustus 2015 yang sangat rendah, yaitu hanya 0,39%. Namun, rupanya pencapaian positif tersebut tidak mampu mendongkrak IHSG.
Analis Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada menilai hal ini terjadi karena masih menurunnya daya beli masyarakat.
" Meski menurut kami angka inflas tersebut cukup bagus namun, tampaknya dipersepsikan lain oleh pelaku pasar dimana dinilai penurunan inflasi tersebut sejalan dengan penurunan daya beli masyarakat sehingga tidak memberikan positive surprise bagi pelaku pasar," ujar Reza dalam laporan harianya, Rabu, 2 September 2015.
Di sisi lain, lanjut Reza, imbas pelemahan bursa saham global turut direspon negatif pelaku pasar. Apalagi pelemahan tersebut dipicu oleh masih adanya pelemahan pada sejumlah data-data makroekonomi di Asia dan beberapa kawasan lainnya sehingga membuat pelaku pasar bereaksi negatif terhadap sentimen yang ada.
" Penguatan sebelumnya pun hanya dimanfaatkan pelaku pasar untuk profit taking sehingga memberi tekanan dan menghambat laju IHSG untuk dapat melanjutkan penguatannya," jelasnya.
Sementara itu, Reza menilai faktor dari adanya pertemuan IMF dan Indonesia serta adanya demo buruh, tidak memberikan porsi yang terlalu besar terhadap sentimen pelaku pasar.
" Sebelumnya kami sampaikan, Maraknya aksi beli membuat laju IHSG mampu menguat meski di akhir pekan kemarin mensinyalkan mulai berkurangnya daya dorong. Laju IHSG yang seharusnya secara sinyal mengalami penurunan menjadi berbalik naik dan bertahan di zona hijau," ujarnya.
" Meski demikian, IHSG masih menyisakan utang gap 4237-4295. Tetap mewaspadai sentiment yang ada terutama sentiment dari rilis makroekonomi dalam negeri," tambah Reza. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya