Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Generasi Muda Harus Siap Menghadapi Persaingan Di Era Ekonomi Digital.
Dream – Dunia digital telah mengubah tren dan kebutuhan dunia industri. Generasi muda Indonesia harus terpacu mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang lebih ketat di era ekonomi digital.
Generasi muda dituntut untuk lebih aktif membangun jaringan. Juga, memanfaatkan kekuatan komunitas profesional untuk mengembangkan diri.
Managing Director and Vice President Asia Pacific LinkedIn, Oliver Legrand, menyatakan generasi muda Indonesia terutama pelajar dan profesional harus mampu beradaptasi dengan perkembangan yang cepat. Menurut Legrant, kaum muda harus lebih kreatif dalam mengembangkan diri dan menjalin relasi dengan para profesional.
“ LinkedIn hadir memberikan keseteraan akses bagi seluruh pelajar dan profesional untuk terhubung dalam kesempatan mengembangkan karier, mewujudkan cita-cita sehingga menciptakan peluang ekonomi di tingkat lokal maupun global,” kata Legrand, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Rabu, 15 November 2017.
Founder dan CEO Bukalapak, Achmad Zaky, mengatakan pola pikir kreatif perlu dikembangkan oleh generasi muda. Ini untuk melahirkan inovasi yang memberi dampak positif bagi rekam jejak kaum muda.
Sementara Vice President PT Gojek Indonesia, Dayu Dara Permata, mengatakan membangun jaringan juga bisa membantu generasi untuk berkembang. Dia menekankan kunci untuk mendapatkan manfaat optional dari berjejaring adalah memiliki mentalitas super-networker yang tidak enggan terhubung dan berbagi.
“ Jangan enggan untuk berbagi informasi, pengetahuan, hingga keterampilan sebagai modal untuk membangun hubungan dan mencari mentor untuk bantu mengembangkan kemampuan,” kata Dayu.
Lantas, bagaimana caranya memanfaatkan kekuatan networking pada platform berjejaring ini? Legrand menyebut ada empat tips bagi generasi muda yang ingin memanfaatkan kekuatan jaringan di LinkedIn.
Yang pertama, mereka harus memperkaya pengetahuan dan mempelajari pola pikir profesional di dunia. Caranya bisa mengikuti diskusi, blog, dan tulisan tentang industri.
Kedua, membangun profil profesional yang kuat. “ Jangan takut menuliskan cerita tentang pekerjaan, sekolah, pengalaman organisasi lainnya yang dapat membuat orang-orang lain memahami keunikanmu,” kata dia.
Tips ketiga adalah mencari mentor. Caranya menghubungi seorang profesional yang dijadikan idola dan berkomunikasi dengannya.
Sedangkan tips yang keempat adalah membangun interaksi dengan komunitas dan tak malu berkomentar dalam diskusi.
" Sepanjang kita masih bisa menjaga etika sebagai profesional, ini merupakan langkah yang baik untuk menunjukkan kemampuanmu dan mengembangkan pemahaman Anda tentang suatu topik di industri,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya