Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Siapa sangka obrolan ringan di menit-menit awal proses wawancara kerja bisa menjadi penentu apakah kamu diterima atau ditolak saat melamar pekerjaan ke sebuah perusahaan.
Penelitian yang dilakukan Resurgo Trust menemukan obrolan di menit-menit pertama yang dilakukan calon karyawan bisa menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam melamar pekerjaan.
Menurut peneliti, hal itu dikarenakan kesan pertama yang tercipta lewat obrolan kecil selama wawancara akan memperlihatkan aura positif atau negatif calon karyawan di mata perusahaan.
Resurgo Trust, sebuah badan amal yang membantu orang-orang muda yang kurang beruntung dalam pekerjaan, menemukan bahwa perekrut dan perusahaan menilai orang dari kualitas obrolan mereka.
Dikatakan Resurgo bahwa orang tanpa latar belakang istimewa akan kesulitan menciptakan obrolan yang efektif, sehingga mereka berada di posisi yang kurang menguntungkan.
" Mengungkap rahasia dunia tempat kerja bukan tentang masalah mengajukan pertanyaan rumit. Namun mengajukan pertanyaan sederhana seperti 'Bagaimana kabar Anda?' atau 'Bagaimana akhir pekan Anda?" kata mengutip Iona Ledwidge dari Resurgo seperti dikutip laman Dailymail.co.uk, Sabtu, 30 Januari 2016.
" Ini adalah hal-hal seperti bagaimana Anda menyapa resepsionis, apa yang Anda katakan dalam beberapa menit pertama atau saat berjalan di koridor. Cara itu akan mencairkan suasana. Mengobrol adalah bagian dari membangun kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi di tempat kerja."
Ledwidge menambahkan kata-kata pertama dalam wawancara harus berupa obrolan kecil. Mungkin tentang perusahaan yang Anda kunjungi atau tentang bangunan indah yang menjadi kantor perusahaan tersebut.
Scott Hutchinson dari konsultan perekrutan Interim Partners mengatakan tidak semua orang tahu bagaimana menciptakan obrolan yang efektif tetapi bisa membuat seorang calon karyawan terlihat unggul dari yang lainnya.
" Orang-orang sekarang lebih disetir oleh perasaan daripada logika dan obrolan ringan bisa menunjukkan Anda dapat berkomunikasi," kata Hutchinson.
" Itulah sebabnya anak-anak kelas menengah dan atas bisa melakukan lebih banyak pekerjaan, karena mereka percaya diri. Keyakinan diri itu ditanamkan ke dalam diri mereka sejak usia dini sehingga mereka dapat berkomunikasi dengan orang."
Program Spear yang dibuat Resurgo telah melatih 3.000 anak-anak muda usia 16-24 yang tidak beruntung dalam hal pekerjaan. Resurgo telah membantu tiga perempat dari mereka masuk ke tempat kerja atau menjalani pelatihan lebih lanjut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya