Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
HSBC Menawarkan Promo Bagi Penikmat Kopi. (Foto: Gladys Velonia)
Dream – Industri kopi dalam negeri berkembang pesat seiring dengan antusias penikmat kopi di Tanah Air. Kedai-kedai kopi pun menjamur seiring dengan gaya hidup masyarakat.
Peluang ini ditangkap oleh PT Bank HSBC Indonesia. Perusahaan menawarkan diskon bagi penikmat kopi yang membeli kopi dengan kartu kredit.
Senior Vice President, Retail Banking, and Wealth Management HSBC Indonesia, Dewi Teguh, mengatakan penikmati kopi bisa menghabiskan waktu minimal 2 jam di kedai kopi. Kopi yang dipesan pun bisa lebih dari satu. Program ini berlaku bagi nasabah yang membeli kopi di Tanamera Coffee.
“ Makanya kita adakan diskon 50 persen untuk setiap pembelian kedua di Tanamera Coffee," jelas Dewi di Jakarta, Senin 3 Oktober 2017.
Dia mengatakan program diskon ini dirilis bersamaan dengan Hari Kopi Nasional pada 1 Oktober 2017 dan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2017. Program yang bernama Coffee Month ini diberikan bagi para pengguna kartu kredit HSBC.
Corporate Communication and Social Responsibility Tanameera Coffee, Anindita Sekar Jati, mengatakan kedai kopi ini fokus menyajikan kopi Tanah Air yang memiliki cita rasa tinggi.
“ Dari anak SMP sampai orang pensiun selalu ngopi buat brain storming sampai ngerjain PR di sini. Jadi ngopi itu bukan sekadar ngopi, tapi juga jadi lifestyle,” kata Anin.
Sementara itu, Chef Rinrin Marinka, juga melihat peluang bisnis kopi. Chef yang kini bersiap beralih ke dunia barista ini melihat industri kopi di Indonesia yang pesat.
" Di Jakarta dan Bali yang kulihat itu maju pesat banget ya. Dulu paling cuma ada Kopitiam. Karena di Indonesia kan budayanya minum kopi dan teh ya, jadi sekarang bertambah pesat jenis-jenis kopi yang bisa dinikmati," kata Rinrin.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya