Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jakarta - Spekulasi orang nomor satu di Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya terjawab. Presiden Joko Widodo akhirnya melantik Ignasius Jonan sebagai Menteri ESDM.
Yang mengejutkan, Jokowi menambah satu kursi di jabatan tertinggi di lingkungan Kementerian ESDM. Presiden mengangkat Archandra Tahar sebagai wakil menteri ESDM.
Kedua pejabat baru Kementerian ESDM tersebut dilantik Jokowi di Istana Presiden, Jakarta, Jumat, 14 Oktober 2016.
" Kepada Saudara Arcandra Tahar akan diberikan keuangan dan fasilitas seusai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Jokowi dalam surat keputusan pengangkatannya.
Pengangkatan kedua pejabat tersebut menandai kembalinya Ignasius Jonan dan Archandra Tahar ke jajaran Kabinet Kerja Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Sebelumnya, Archandra menjabat sebagai menteri ESDM sebelum dilengserkan Jokowi karena masalah kewarganegaraan. Sementara Ignasius Jonan pernah menjabat sebagai menteri perhubungan.
Dalam kasus kewarganegaraan Arcandra Tahar, pemerintah sendiri telah menetapkan yang bersangkutan tetap menjadi seorang warga negara Indonesia (WNI). Penegasan itu disampaikan oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly.
“ Setelah dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi, Saudara Arcandra Tahar tetap menjadi WNI sesuai dengan prinsip perlindungan maksimum dan non apatride stateless,” kata Yasonna dalam kutipan paparan materi rapat kerja Kementerian Hukum dan HAM dengan Komisi III DPR.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya