Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

IHSG Rekor, Indeks Syariah Tutup Sesi I di Zona Hijau

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 20 Februari 2015 12:01
IHSG Rekor, Indeks Syariah Tutup Sesi I di Zona Hijau
Menutup sesi pertama, IHSG berhasil menembus level baru di 5.400.

Dream - Aksi beli masih terus melanda pasar modal Indonesia. Sentimen wacana penundaan kenaikan suku bunga The Fed serta penurunan suku bunga BI Rate untuk sementara membuat indeks saham mencetak penguatan.

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 30,214 poin (0,56%) ke level 5.420,663. Ini menjadi rekor tertinggi yang pernah disentuh IHSG.

Sepanjang perdagangan sesi satu, IHSG bahkan sempat menyentuh level tertinggi di 5.247,314.

Di sesi pra pembukaan, IHSG sebetulnya hanya naik tipis 8,9 poin (0,17%) ke level 5.399,43. Penguatan berlanjut di sesi pembukaan usai IHSG menanjak 13,80 poin (0,26%) ke level 5.404,25.

Tembusnya rekor IHSG untuk sementara ini sayangnya tak diikuti oleh dua indeks saham syariah.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat naik 0,308 poin (0,18%) ke level 173,168 di penutupan sesi pertama. ISSI justru dibuka melemah 0,191 poin ke lebel 172,669.

Munculnya aksi beli pemodal akhirnya bisa mengangkat ISSI kembali ke zona hijau. ISSI sempat menyentuh level tertinggi 173,381, atau belum bisa melampaui rekor yang pernah dicetaknya.

Hingga siang ini 105 emiten syariah telah beranjak ke zona hijau. Sementara 54 lainnya masih tertinggal di zona merah dan 53 emiten melaju stagnan.

Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 17,25 miliar saham bernilai Rp 1,66 triliun.

Pembukaan di zona merah juga dialami indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) tercatat dibuka melemah 1,363 poin ke level 717,317.

JII bahkan sempat merosot cukup tajam ke level 716,523 di tengah aksi ambil untung investor. Adanya investor yang menggelar aksi beli berhasil membawa JII kembali ke teritori positif.

Indeks bersisi 30 saham unggulan syariah ini sempat menembus level tertinggi 720,564.

Sebanyak 13 emiten unggulan syariah menjadi sasaran aksi beli investor sementara 14 lainnya terserang aksi jual. Transaksi perdagangan mencapai Rp 961,22 miliar dari perpindahantangan 4,26 miliar saham.

Beri Komentar