Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi IHSG
Dream - Aksi ambil untung jelang penutupan perdagangan menahan laju penguatan indeks bursa saham Indonesia. Setelah dua hari terpuruk, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali ke zona hijau.
Laju bursa saham Indonesia kali ini sepenuhnya ditopang pemodal lokal. Investor asing justru melakukan aksi jual dengan nett sell hingga Rp 489 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 14 Oktober 2014, IHSG menguat 9,52 poin (0,19%) ke level 4.922,58. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 4.941,59 meski dibuka melemah di 4.902,45.
Naiknya harga saham dari 149 emiten dibayangi koreksi yang melanda 139 emiten. Saham-saham komoditas kali ini bergerak di zona merah dengan pelemahan 0,12 persen di sektor perkebunan dan 0,64 persen di sektor pertambangan.
Emiten properti juga menambah beban laju IHSG setelah terpuruk paling dalam hingga 0,76 persen.
Meski menguat, transaksi perdagangan terbilang normal dengan perputaran uang mencapai Rp 4,13 triliun. Sebanyak 37,17 juta saham diperdagangkan pelaku pasar.
Penutupan di zona positif juga dinikmati dua indeks saham syariah di BEI.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan di zona hijau setelah naik 0,52 poin (0,33%) ke level 158,58.
Kenaikan ini dibantuk menguatnya harga saham dari 93 emiten pengisi ISSI.
ISSI yang sempat menyentuh level terendah di 157,66, mencetak transaksi perdagangan hingag Rp 2,68 triliun. Pemodal melakukan aksi jual beli terhadap 22,06 juta.
Berbeda dengan ISSI, jajaran saham unggulan syariah justru didominasi koreksi harga. Sebanyak 13 emiten penghuni Jakarta Islamic Index (JII) bergerak melemah sementara 12 lainnya menguat.
JII sore ini menutup perdagangan dengan menguat 3,09 poin (0,48%) ke level 650,33.
Laju positif yang dialami IHSG dan dua saham syariah berbanding terbalik dengan kondisi sebagian besar bursa saham utama Asia. IHSG berjalan bersamaan dengan KOSPI yang menguat 2,04 poin (0,11%).
Sementara Nikkei Jepang dan Hang Seng Hong Kong melemah masing-masing 2,38 persen dan 0,41 persen.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah terhadap dolar AS kembali menghadapi tekanan. Rupiah sore ini terkoreksi 7 poin (0,06%) ke leve 12.185 per dolar AS. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam