Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi
Dream - Hati-hati membebaskan buah hati Anda mengakses internet lewat perangkat komputer di rumah. Alih-alih ingin menyenangkan anak, orang tua justru banyak yang harus ketiban rugi.
Sebuah riset terbaru dari Kaspersky Lab dengan B2B International menunjukan 10 persen dari orang tua yang mengizinkan anaknya mengakses internet mendapatkan tagihan dalam jumlah besar. Sementara 17 persen lainnya mengaku kehilangan data-data penting karena sang anak tak sengaja menghapusnya.
Riset yang dilakukan di Uni Emirat Arab, ini menemukan setidaknya 3 dari 10 (29 persen) pengguna di negara petro-dollar itu kehilangan uang atau data penting mereka karena membiarkan anak-anak melakukan aktivitas online.
Secara keseluruhan, setiap lima orang tua yang disurvei mengaku menghabiskan banyak uang atau data penting hilang akibat aktivitas online anak-anak.
Kendati demikian, hanya sepertiga orang tua di UEA yang benar-benar mengerti bahaya online bagi anak-anak. Tercatat hanya 34 persen yang menyadari bahwa anak-anak akan menghabiskan uang secara online tanpa sepengetahuan orang tua. Dan 27 persen mengaku khawatir anak-anak akan membagi data penting secara bebas.
Beruntung ada sebagian orang tua yang sudah menggunakan beberapa metode untuk menghindari dan melindungi anak-anaknya dari ancaman serangan cyber. Sebanyak 29 persen orang tua akan memonitor kegiatan online anak-anak secara manual. Sementara 13 persen akan meminta ISP (penyedia layanan internet) untuk memblok situs-situs tertentu.
" Saat orang tua mengetahui anak-anak melakukan kegiatan online, mereka akan segera berusaha melindunginya dari konten yang berbahaya. Tapi ada aspek lain yang tidak boleh dilupakan dan itu akan menjadi masalah bagi orang tua," kata Konstantin Ignatev, Web Content Analysts Group Manager di Kaspersky Lab seperti dikutip Dream dari laman Emirates247, Selasa, 14 Oktober 2014.
Menurut Konstantin, memasang software parental control memang seolah-olah menunjukan Anda tidak percaya dengan anak. “ Namun itu adalah cara pencegahan awal yang masuk akal," ujarnya.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya