Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi
Dream - Hal pertama yang perlu diperhatikan ketika membuka toko adalah memutuskan target penjualan. Apakah wanita, pria, anak muda, atau orang tua. Jika targetnya adalah anak-anak muda, Anda bisa menampilkan suasana toko yang cenderung gelap dan tidak begitu luas, tetapi memiliki desain yang unik.
Namun, jika targetnya adalah wanita, maka harus disediakan toko yang luas dengan etalase tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Hal ini karena karakteristik pembeli wanita cenderung senang berlama-lama di toko dan tidak suka terlalu padat. Mereka juga enggan membungkuk atau menjinjit untuk melihat barang.
" Saya ingat ketika kami membuat butik, kami menciptakan sebuah toko yang luas, terbuka, bersih, dan ramah. Pada minggu pertama, para calon pembeli mulai berdatangan karena kenyamanan toko," ujar pakar ritel Paco Underhill seperti dikutip dari Gulf News, Senin, 13 Oktober 2014.
Selain itu, Anda juga harus memperhatikan jenis barang yang akan dijual. Apakah harus digantung atau memerlukan etalase untuk memajangnya seperti perhiasan, jam tangan, telepon, atau parfum. Kemudian, berapa banyak stok barang dan merek yang dimiliki.
Kemudian, apakah lokasi toko berada pada jalan dengan mobilitas yang tinggi atau tidak. Jika lalu lintas orang di lokasi toko tinggi, maka dibutuhkan ruang yang cukup luas. Namun, jika tidak begitu ramai, maka bisa menggunakan ruang yang tidak terlalu luas.
Untuk barang dagangan yang merknya telah terkenal serta memiliki pesaing maka penting mengingat besarnya toko pesaing. Pasalnya, luas toko dapat meningkatkan brand barang tersebut.
Kini mengenai masalah risiko keuangan. Ketika memiliki toko, Anda harus memperhatikan perbandingan antara realisasi penjualan dengan penambahan stok dan toko yang lain. Caranya, misalkan mampu menjual Dh 2.000 per meter persegi, sementara pedagang lain mampu menjual Dh 3.000 per meter persegi, maka bisa disediakan stok lebih banyak atau mengurangi ukuran toko.
Masalah ukuran toko ini sering terjadi di mal-mal di mana ada sebuah toko yang terlihat terlalu luas atau terlalu sempit karena tidak sesuainya dengan barang dagangan. Untuk itu, perlu dilakukan perhitungan agar tidak mengeluarkan dana yang terlalu besar atau tidak sebanding dengan perkiraan potensi keuntungan. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam