Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Berbalik Melemah di Ujung Perdagangan

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 1 Juli 2015 16:20
Indeks Syariah Berbalik Melemah di Ujung Perdagangan
Investor asing yang kemarin menjadi motor indeks juga berbalik badan

Dream - Mengawali pembukaan di zona hijau, indeks acuan saham syariah justru berbalik melemah. Munculnya aksi jual jelang penutupan mendorong indeks syariah jatuh ke zona merah.

Investor asing yang kemarin menjadi motor indeks juga berbalik badan. Meninggalkan bursa saham Indonesia dengan nett sell Rp 219 miliar.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 1 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) berbalik melemah 0,494 poin (0,31%) ke level 157,425.

Sepanjang perdagangan, laju positif ISSI memang tak mendapat dukungan cukup kuat. Terbukti, ISSI beberapa kali menembus teritori negatif.

ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 158,785 dan jatuh ke level terendah di sesi penutupannya.

Berbaliknya aksi jual investor membuat 109 emiten syariah menutup perdagangan dengan melemah. Beruntung masih ada 66 emiten ISSI yang menguat dan 56 lainnya bertahan stagnan.

Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,54 triliun dengan 35,31 miliar saham berpindahtangan.

Kejatuhan jelang sesi penutupan juga menimpa saham-saham bluechips syariah. Terkoreksi 2,183 poin (0,33%), Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan di level 654,808.

Lebih dari separuh atau 18 emiten syariah jatuh ke zona merah. Sementara 10 emiten unggulan syariah bergerak menguat dan 2 lainnya tak berubah posisi.

Saham-saham bluechips syariah pemangkas laju JII kali ini adalah LPPF yang melemah Rp 750, UNTR Rp 350, ICBP Rp 125, AKRA Rp 100, dan INDF Rp 75 per saham.

Sementara itu, AALI dan UNVR memimpin daftar top gainer usai menguat Rp 800 dan Rp 500 per saham.

Berbaliknya laju indeks saham juga melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sempat menyentuh level tertinggi 4.932,433, IHSG ditutup melemah 6,595 poin (0,13%) ke level 4.904,063.

Lantai bursa kali ini relatif sepi dari transaksi jual beli saham. Hanya tercipta arus keluar masuk dana sekitar Rp 3,77 triliun.

Beri Komentar