Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Mengawali pembukaan di zona hijau, indeks acuan saham syariah justru berbalik melemah. Munculnya aksi jual jelang penutupan mendorong indeks syariah jatuh ke zona merah.
Investor asing yang kemarin menjadi motor indeks juga berbalik badan. Meninggalkan bursa saham Indonesia dengan nett sell Rp 219 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 1 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) berbalik melemah 0,494 poin (0,31%) ke level 157,425.
Sepanjang perdagangan, laju positif ISSI memang tak mendapat dukungan cukup kuat. Terbukti, ISSI beberapa kali menembus teritori negatif.
ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 158,785 dan jatuh ke level terendah di sesi penutupannya.
Berbaliknya aksi jual investor membuat 109 emiten syariah menutup perdagangan dengan melemah. Beruntung masih ada 66 emiten ISSI yang menguat dan 56 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,54 triliun dengan 35,31 miliar saham berpindahtangan.
Kejatuhan jelang sesi penutupan juga menimpa saham-saham bluechips syariah. Terkoreksi 2,183 poin (0,33%), Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan di level 654,808.
Lebih dari separuh atau 18 emiten syariah jatuh ke zona merah. Sementara 10 emiten unggulan syariah bergerak menguat dan 2 lainnya tak berubah posisi.
Saham-saham bluechips syariah pemangkas laju JII kali ini adalah LPPF yang melemah Rp 750, UNTR Rp 350, ICBP Rp 125, AKRA Rp 100, dan INDF Rp 75 per saham.
Sementara itu, AALI dan UNVR memimpin daftar top gainer usai menguat Rp 800 dan Rp 500 per saham.
Berbaliknya laju indeks saham juga melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sempat menyentuh level tertinggi 4.932,433, IHSG ditutup melemah 6,595 poin (0,13%) ke level 4.904,063.
Lantai bursa kali ini relatif sepi dari transaksi jual beli saham. Hanya tercipta arus keluar masuk dana sekitar Rp 3,77 triliun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya