Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tiga Indeks Syariah Kompak Menguat Hari Ini. (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks saham syariah berhasil lolos dari tekanan jual meski haya bergerat terbatas. Kembali munculnya sentimen negatif dari bursa global memaksa tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BE) hanya menguat terbtas di penutupan perdagangan, Rabu 20 Februari 2019.
Seluruh indeks acuan saham syariah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Saham sektor industri aneka yang kemarin dijauh pelaku pasar kali ini menjadi lirikan pemodal.
Dikutip dari papan perdagangan BEI, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 0,914 poin (0,47%) ke level 194,141. ISSI bergerak naik setelah dibuka menghijau di level 194,208.
Melaju mantap di zona hijau sepanjang perdagangan, ISSI sempat mencapai posisi puncak di 194,730.
Munculnya kembali aksi beli investo rjuga mendorong dua indeks keping biru syariah menembus zona positif. Jakarta Islamic Index (JII), ditutup menguat 5,514 poin (0,78%) ke level 713,633.
Sementara indeks syariah paling bungsu, JII70, merangkak 1,581 poin (0,66%) ke level 239,697.
Penguatan tipis terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hanya menanjak 18,117 poin (0,28%) ke level 6.512,784. IHSG sempat tertekan hingga 15 menit sebelum waktu penutupan perdagangan.
Adanya aksi beli jelang penutupan mendorong IHSG berhasil diselamatkan dan ditutup menguat tipis.
Aksi beli saham marak terjadi di lantai bursa. Investor melirik saham-saham di sektor industri dasar dan properti. Indeks kedua sektor ini masing-masing melpesat masing-masing 1,61 persen dan 1,02 persen.
Sebaliknya, indeks sektor infrastruktur terkoreksi 0,8 persen dan pertanian 0,69 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer adalah INTP yang harga sahamnya melesat Rp1.500, UNVR Rp725, ITMG Rp575, SMGR Rp425, dan MAPA Rp250.
Di jajaran top loser saham syariah bertengger saham-saham seperti ALDO yang harga sahamnya melemah Rp610, FASW Rp275, SHID Rp270, SRTG Rp150, dan JPFA Rp130.
Dari pasar uang, dolar AS terkoreksi. Pada 16.04, nilai tukarnya melemah 71 poin (0,51%) ke level Rp14.032.(sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya