Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bergugurannya bursa global akibat sentimen pertemuan The Fed (FOMC) menyeret indeks saham syariah terjun bebas di awal pekan ini.
Investor asing yang langsung menggelar aksi jual membuat bursa saham Indonesia tak kuasa menahan tekanan.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 14 Desember 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) langsung turun 0,741 poin ke level 135,757.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut turun 3,911 poin ke level 561,179.
Hingga 17 menit waktu perdagangan bursa, kedua indeks acuan saham syariah ini belum mampu keluar dari tekanan jual. ISSI tercatat masih melemah 0,763 poin (0,56%) ke level 135,735. Sedangkan JII turun 2,533 poin (0,45%) ke level 562,557.
Transaksi perdagangan saham syariah di awal pekan ini mencapai Rp 337 miliar dengan 2,9 miliar saham berpindahtangan.
Aksi jual investor menyeret 94 emiten syariah, 27 diantaranya saham JII, ke zona hijau. Hanya 14 emiten ISSI yang bergerak menguat dan 17 lainnya bertahan stagnan.
Hanya indeks sektor industri aneka yang mampu melaju positif di tengah kecemasan kenaikan suku bunga The Fed. Selebihnya, emiten keuangan memimpin pelemahan indeks sektoral.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah akhir pekan lalu ditutup mendekati level 14.000 per dollar AS. Rupiah bertahan di level 13.955 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya