Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Tingkat pengangguran di Indonesia masih terbilang tinggi dibandingkan negara lain di ASEAN, yaitu 6,3% dengan pengangguran usia muda sekitar 22%.
Padahal, Indonesia memiliki `bonus demografi` dengan jumlah penduduk muda yang besar. Juga kelas menengah yang berkembang pesat di ASEAN. Seharusnya kelebihan itu bisa mendorong pertumbuhan lapangan kerja di Tanah Air.
Wakil Direktur JustJobs Network, Gregory Randolph menyatakan. kelas menengah yang berkembang pesat di ASEAN akan menciptakan pasar baru bagi barang dan jasa dari Indonesia.
Perkembangan itu akan mendorong peningkatan konsumsi dan perdagangan regional. Hal ini akan menguntungkan sektor-sektor yang menciptakan lapangan pekerjaan di Indonesia.
" Untuk itu, pemerintah harus membekali sektor bisnis dan tenaga kerja dengan pengetahuan, pembiayaan, dan teknologi untuk menghadapi persaingan,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat, 11 Desember 2015.
Sayangnya, saat ini suku bunga pinjaman untuk usaha kecil menengah meski sudah diturunkan, tetapi tetap terbilang tinggi, yaitu 12,5%.
Dilihat dari suku bunga Bank Indonesia saja yang sebesar 7,5%, suku bunga di RI tidak kompetitif jika dibanding suku bunga bank sentral di Singapura dan Malaysia, yang sebesar 4,9% da 3,5%.
Untuk itu, lanjut Randolph, perlunya penurunan suku bunga pinjaman, terutama di sektor manufaktur yang bisa menigkatkan penciptaan lapangan kerja. Selain itu, perlunya meningkatkan keterampilan tenaga kerja, mendorong aktivitas penambahan nilai melalui pengolahan hasil pertanian, serta mempromosikan usaha kecil dan menengah.
Dengan melakukan rekomendasi ini, maka tenaga kerja Indonesia bisa bersaing dengan tenaga kerja negara ASEAN dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sehingga, mereka bisa mendapatkan pekerjaan baik di dalam negeri ataupun di negara ASEAN. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya