Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Meski sempat bergerak ke zona merah, bursa saham Indonesia akhirnya ditutup menguat. Aksi beli jelang penutupan menjadi motor penolong bursa.
Kabar baik juga muncul dari pasar keuangan. Kurs rupiah yang sempat rontok akhirnya menembus level di bawah 14.000 per dollar AS.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,338 poin (0,94%) ke level 143,122.
Kenaikan juga sukses dibukukan indeks saham bluechips syariah. Ditutup menguat 5,865 poin (0,98%), Jakarta Islamic Indonesia (JII) bertengger di level 602,549.
Kedua indeks saham syariah ini sempat bergerak melemah sepanjang perdagangan. ISSI bahkan sempat turun ke level terendah 140,556 sementara JII terpeleset ke level 588,842.
Transaksi perdagangan saham syariah di pertengahan pekan ini mencapai Rp 4,48 triliun dengan 62,29 miliar saham berpindahtangan.
Aksi beli investor mendorong 124 emiten syariah menutup perdagangan di zona hijau. Sebanyak 19 diantaranya merupakan emiten keping biru syariah.
Emiten bluechips syariah penghuni top gainer kali ini adalah UNTR yang naik Rp 1.000. Disusul INTP Rp 90, ITMG Rp 775, SMGR Rp 675, dan JSMR Rp 450 per saham.
Sebaliknya, saham-saham yang kemarin sempat mencetak penguatan tinggi justru dilanda aksi jual. Top losser JII dihuni oleh AALI yang turun Rp 1000, UNVR Rp 450, ICBP Rp 400, AKRA Rp 275, dan INCO Rp 165 per saham.
Masih ramainya transaksi di pasar modal Indonesia juga sukses mempertahankan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di zona hijau.
Sempat melemah ke level 4.414,831, IHSG akhirnya ditutup menguat 41,351 poin (0,93%) ke level 4.487,132.
Lantai bursa hari ini memutar dana sekitar Rp 6,46 triliun. Meski mulai berkurang, asing masih mencetak nett buy Rp 222 miliar.
Di pasar keuangan, kurs rupiah terus bergerak menguat. Sore ini rupiah bahkan berhasil keluar dari level 14.000 usai menguat 416 poin (2,92%) menjadi 13.825 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya