Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah masih belum berhenti menguat. Kondisi regional yang relatif stabil serta aksi beli asing mempertahankan laju indeks saham acuan.
Sentime positif ini diperkuat oleh relatif menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,097 poin ke level 141,881.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga menguat 0,501 poin ke level 597,185.
Namun penguatan indeks JII tampaknya mulai tertekan setelah turun ke zona merah. Hingga 25 menit waktu perdagangan, JII sudah terpangkas 0,323 poin (0,05%) ke level 596,361.
Sebaliknya, indeks ISSI masih sanggup bergerak di zona hijau meski mulai mengalami tekanan. ISSI masih menanjak 0,107 poin (0,08%) ke level 141,891.
Tercatat sudah 86 emiten syariah yang melaju di teritori positif. Sebanyak 14 diantaranya merupakan saham-saham unggulan syariah.
Transaksi perdagangan saham syariah pagi ini mencapai Rp 530 miliar dengan 6,97 miliar saham yang berpindahtangan.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga membuka sesi perdagangan dengan menguat 13,058 poin (0,29%) ke level 4.458,839.
IHSG kembali menanjak 30,375 poin (0,68%) ke level 4.476,156 di sesi pembukaan.
Sejumlah indeks saham mulai mengalami tekanan jual utama emiten sektor infrastruktur, industri aneka, dan barang konsumsi.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah semakin menunjukan keperkasaan. Bersamaan dengan menguatnya mata uang lain, rupiah pagi ini sudah menguat 206 poin (1,45%) ke level 14.035 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya