Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Faisal bin Hassan Trad, perwakilan Arab Saudi di Perserikatan Bangsa-Bangsa di Swiss, mengatakan bahwa negara Saudi telah terlibat dalam bidang pembangunan dan bantuan kemanusiaan selama lebih dari empat dekade.
Menurut Faisal, Saudi telah menyumbangkan lebih dari US$ 115 miliar atau sekitar Rp 1.610 triliun ke lebih dari 90 negara selama periode tersebut. Hal itu diungkapkan Faisal dalam sebuah simposium di Jenewa yang dihadiri para pejabat dari King Salman Humanitarian and Relief Center (Ksrelief), sebuah lembaga bantuan kemanusiaan Arab Saudi.
Seperti dikutip dari Arab News, Selasa, 6 Oktober 2015, Faisal menambahkan Ksrelief dibentuk berdasarkan pada nilai-nilai kepedulian dan kebaikan Islam, serta perdamaian, kasih sayang, dan kemanusiaan.
Arab Saudi adalah satu-satunya negara yang segera menanggapi seruan bantuan kemanusiaan yang diluncurkan oleh PBB untuk membantu Yaman dengan memperbesar nilai sumbangan menjadi US$ 274.000.000.
" Saudi juga menandatangani sejumlah perjanjian untuk memperpanjang bantuan makanan dan obat-obatan, di samping kebutuhan lainnya seperti urusan ibu dan anak-anak, dan untuk merehabilitasi lembaga kesehatan di Yaman," kata Faisal.
CEO Ksrelief, Maher Hadraoui, menambahkan meski baru didirikan empat bulan lalu, namun lembaganya sudah menjadi pelopor bagi bantuan kemanusiaan.
Dalam simposium tersebut, delegasi Saudi memperlihatkan video aktivitas Ksrelief dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Yaman.
Seperti diketahui operasi militer Arab Saudi beserta koalisinya di Yaman dalam memerangi pemberontak Syiah Huthi menjadi sebuah petualangan berbahaya yang tidak diketahui dampaknya. Pecundang dalam perang saudara itu adalah rakyat Yaman.
Richard Brennan, Direktur of Manajemen Gawat Darurat dan Kemanusiaan di WHO, mengatakan Ksrelief selalu berkoordinasi dengan Badan Kesehatan Dunia di PBB itu dalam menyalurkan bantuan obat-obatan dan peralatan kesehatan di Yaman.
Brennan juga memuji tujuan mulia dari Ksrelief dan pencapaiannya dalam waktu yang singkat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya