Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Dream - Bank Sentral Uni Emirat Arab telah mengajukan usulan pembentukan lembaga baru yang mengatur perbankan syariah. Lembaga itu diharapkan bisa bermanfaat bagi industri perbankan dan keuangan syariah lokal.
Selain itu, seperti dikutip dari laman situs Emirates247, Selasa, 6 Oktober 2015, Bank Sentral UEA juga ingin agar dengan lembaga baru itu, akan muncul peraturan baru yang bisa mengurangi biaya-biaya yang dikeluarkan industri perbankan dan keuangan dalam menyelenggarakan jasa keuangan syariah.
Industri perbankan syariah akan sangat merasakan manfaat dari peraturan jasa keuangan baru, yang dibuat untuk menyatukan aturan dan prinsip-prinsip yang berbeda.
" Peraturan ini juga akan membantu lembaga yang menawarkan jasa keuangan syariah untuk mengurangi biaya dan membantu lembaga pengawas dalam memonitor industri keuangan syariah," kata Mubarak Rashed Al Mansoori, Gubernur Bank Sentral UEA.
Lembaga baru itu memiliki tujuan utama mengeluarkan fatwa untuk produk dan jasa; memperkenalkan standar baru dan standar internasional yang ada; mengatur peraturan yang berkaitan dengan jasa keuangan syariah; memberi saran kepada bank sentral tentang peraturan bank syariah dalam melakukan pengawasan moneter dan keuangan.
Al Mansoori mengatakan bank-bank di UAE telah menjadi inovatif dan kreatif dalam hal pengenalan produk syariah baru dan efisiensi yang memberi kontribusi pada profitabilitas.
UEA memiliki delapan bank syariah penuh. Pada kuartal kedua 2015, aset bank syariah telah tumbuh 9,8% sejak awal tahun menjadi 445 miliar dirham.
Pada tahun 2014, aset keuangan syariah mencapai US$ 1,8 triliun, yang sebesar 74% persen berada di bawah perbankan syariah.
Nilai aset di sektor keuangan syariah diperkirakan akan meningkat sebesar 80% selama lima tahun ke depan, mencapai US$ 3,24 triliun pada tahun 2020, menurut temuan awal laporan Negara State of the Global Islamic Economy (SGIE).
Al Mansoori mengatakan bank-bank syariah lokal telah melakukan ekspansi pasar hingga ke luar negeri.
Baru-baru ini, Abu Dhabi Islamic Bank telah melakukan ekspansi ke Mesir sementara Dubai Islamic Bank memperluas bisnisnya ke Kenya dan Indonesia, yang merupakan negara Muslim terbesar di dunia.
Al Mansoori mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi global melambat tetapi beberapa negara yang memiliki hubungan ekonomi dengan UEA telah mampu mengamankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang