Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Ramai Aksi Beli, Bursa Syariah Kembali Melesat

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 6 Oktober 2015 16:31
Ramai Aksi Beli, Bursa Syariah Kembali Melesat
Kurs rupiah sore ini juga bergerak menguat.

Dream - Aliran deras dana masuk ke pasar modal Indonesia kembali mengangkat laju bursa saham syariah. Investor berburu emiten-emiten sektor industri aneka.

Pemodal asing juga semakin agresif menguyur pasar modal Indonesia. Dana hampir Rp 1 triliun masuk ke lantai bursa.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali meroket dengan kenaikan 3,303 poin (2,39%) ke level 141,784.

Indeks saham bluechips syariah juga tak ingin ketinggalan euforia aksi beli. Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 20,346 poin (3,53%) ke level 596,684.

Kondisi regional yang relatif aman membuat investor tak ragu melakukan aksi beli. Terlihat dari transaksi jual beli saham syariah yang mencapai Rp 4,78 triliun dengan 54,33 miliar saham berpindahtangan.

Aksi beli ini mendorong 111 emiten syariah ditutup menguat meski 80 lainnya tertekan aksi jual.

Dominasi penguatan harga saham juga terjadi di jajaran saham JII. Sebanyak 22 emiten keping biru syariah ditutup menguat dan 7 lainnya melemah.

Namun jumlah emiten bluechips syariah yang menguat sedikit berkurang dibandingkan kemarin dimana seluruh penghuni JII mengalami kenaikan harga.

Emiten bluechips penghuni top gainer kali ini dihuni ICBP yang naik Rp 700. Disusul ASII Rp 600, INTP Rp 575, UNVR Rp 450, dan UNTR Rp 375 per saham.

Kenaikan signifikan juga berhasil dibukukan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat 102,080 poin (2,35%) ke level 4.445,781.

Lantai bursa saham Indonesia kali ini mentransaksikan dana sekitar Rp 7,34 triliun. Posisi asing masih melakukan aksi beli dengan nett buy Rp 844 miliar.

Positifnya laju bursa saham juga diikuti pasar keuangan. Meski sempat turun ke level 14.515, kurs rupiah terhadap dollar AS sore ini bergerak menguat 267 poin (1,84%) menjadi 14.244 per dollar AS.

Beri Komentar