Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gubernur BI, Agus Martowardojo (Merdeka.com)
Dream - Setelah sempat membuat heboh usai mengimbau Presiden Joko Widodo agar jangan mencari popularitas dengan menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo akhirnya mengklarifikasi pernyataannya.
Mantan orang nomor satu PT Bank Mandiri Tbk tersebut menegaskan dukungannya terhadap usulan penyesuaian harga BBM bersubsidi.
" Sepanjang tetap mempertimbangkan konsistensi terhadap kebijakan-kebijakan sebelumnya," kata Agus mengutip laman Setkab, Rabu, 7 Oktober 2015.
Agus menuding pernyataannya yang menyebut Presiden jangan mencari popularitas salah diartikan media. Menurutnya, dirinya seolah digambarkan tidak mendukung rencana pemerintah tersebut. " Itu tidak benar," tegasnya.
Agus memastikan koordinasi antara BI dengan pemerintah, khususnya otoritas fiskal, dalam beberapa bulan ini berjalan dengan baik. Apalagi sinergi kebijakan moneter fiskal sangat dibutuhkan demi menjaga stabilitas dan memulihkan kondisi perekonomian nasional.
“ BI mengapresiasi langkah-langkah Pemerintah dalam melaksanakan reformasi struktural, seperti tercermin dari penyesuaian subsidi BBM pada November 2014, percepatan pembangunan infrastruktur dan subsidi bunga untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah),” ujarnya.
Gubernur BI juga memandang rencana penyesuaian harga BBM oleh Pemerintah saat ini masih berupa wacana. Namun, apabila langkah itu ditempuh, pesan yang harus dilihat adalah bahwa kebijakan tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat dan menyehatkan keuangan negara.
“ Hal yang terpenting adalah memastikan adanya kredibilitas, yang dibangun melalui basis perhitungan teknis yang seksama, transparan, dan konsisten,” papar Agus.
Dalam kaitan ini, lanjut Agus, Bank Indonesia mendukung langkah Pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga BBM dengan perhitungan yang kredibel serta konsisten.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya