Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Dibuka Menguat Jelang Pengumuman BPS

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 1 Juli 2014 09:14
Indeks Syariah Dibuka Menguat Jelang Pengumuman BPS
IHSG sempat dibuka melemah pada sesi pra pembukaan sebelumnya akhirnya kembali bergerak di zona hijau.

Dream - Setelah kemarin ditutup menguat signifikan, indeks bursa saham Indonesia kali ini justru dibuka melemah. Pelaku pasar tampaknya menunggu data terbaru perekonomian Indonesia.

Pada sesi pra pembukaan perdagangan, Selasa, 1 Juli 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,93 poin (0,02%) ke level 4.877,65. Melemahnya indeks diikuti aksi jual asing dalam jumlah kecil sebesar Rp 63 juta.

Namun tak butuh waktu lama bagi IHSG untuk kembali masuk zona hijau. Pada sesi pembukaan, indeks acuan bursa saham Indonesia ini menguat 0,94 poin (0,02%) ke level 4.879,52. Sayangnya, pemodal asing masih membukukan nett sell sekitar Rp 2,47 miliar.

Hingga 15 menit perdagangan berjalan, IHSG bergerak cukup fluktuatif. Indeks beberapa kali masuk zona merah dengan posisi terendah berada di level 4.876,99.

Nasib lebih baik dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang justru mampu bergerak di zona hijau. ISSI dibuka menguat 0,11 poin (0,07%) ke level 159,86.

Hal yang sama terjadi pada indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka menguat 0,62 poin (0,1%) ke level 655,62.

Di jajaran saham-saham syariah, sebanyak 46 efek halal ini bergerak menguat ke zona hijau pada awal perdagangan saham. Nilai transaksi perdagangan masih kecil sebesar Rp 91,67 miliar.

Meski masih menguat, kedua indeks saham syariah ini nampaknya mulai tertekan. Hal ini terlihat dari laju indeks yang beberapa kali mulai mendekati zona merah.

Dari kawasan Asia, laju bursa saham didominasi pelemahan indeks. Selain IHSG, penguatan indeks saham hanya dialami Nikkei Jepang yang menguat 199 poin (1,31%). Sisanya bergerak di zona hijau seperti Hang Seng yang melemah 30,8 poin dan Strait Times Singapura 13,97 poin.

Sementara dari pasar uang, nilai tukar rupiah pagi ini dibuka stagnan. Rupiah pagi ini tak bergerak dari level 11.865 per dilar AS.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo menilai, pelaku pasar masih kebingungan dengan kenaikan 33,45 poin (0,69 persen) yang terjadi pada laju IHSG kemarin. " Penyebab yang paling mungkin memang bahwa kenaikan tersebut terjadi karena window dressing," katanya.

Namun, Satrio tak menutup kemungkinan munculnya sentimen dari data neraca perdagangan yang akan diumumkan siang hari ini, ditambah lagi dengan kemungkinan kembali masuknya dana asing menjelang Pilpres.

" Pemodal sebaiknya tetap memperhatikan pergerakan harga dan aliran dana asing pada hari ini," imbaunya.

IHSG kemarin ditutup dengan signal positif, setelah berhasil ditutup diatas resisten pertama di 4875. Kenaikan tersebut, membuka potensi penguatan IHSG untuk kebali menembus level psikologis 4900. Kenaikan tersebut juga membuka kemungkinan untuk kembali dimulainya rally Pilpres, yang sudah terhenti sekitar 3 minggu.

" IHSG hari ini diperkirakan bergerak naik pada kisaran 4835 - 4905," ujar Satrio seraya menambahkan kenaikan IHSG yang diikuti oleh sentimen positif dari neraca pedagangan dan pemodal asing yang kembali masuk, adalah indikasi yang ditunggu pelaku pasar karena menandakan rally Pemilu sudah akan dimulai.

Beri Komentar