Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Setelah kemarin ditutup menguat signifikan, indeks bursa saham Indonesia kali ini justru dibuka melemah. Pelaku pasar tampaknya menunggu data terbaru perekonomian Indonesia.
Pada sesi pra pembukaan perdagangan, Selasa, 1 Juli 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,93 poin (0,02%) ke level 4.877,65. Melemahnya indeks diikuti aksi jual asing dalam jumlah kecil sebesar Rp 63 juta.
Namun tak butuh waktu lama bagi IHSG untuk kembali masuk zona hijau. Pada sesi pembukaan, indeks acuan bursa saham Indonesia ini menguat 0,94 poin (0,02%) ke level 4.879,52. Sayangnya, pemodal asing masih membukukan nett sell sekitar Rp 2,47 miliar.
Hingga 15 menit perdagangan berjalan, IHSG bergerak cukup fluktuatif. Indeks beberapa kali masuk zona merah dengan posisi terendah berada di level 4.876,99.
Nasib lebih baik dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang justru mampu bergerak di zona hijau. ISSI dibuka menguat 0,11 poin (0,07%) ke level 159,86.
Hal yang sama terjadi pada indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka menguat 0,62 poin (0,1%) ke level 655,62.
Di jajaran saham-saham syariah, sebanyak 46 efek halal ini bergerak menguat ke zona hijau pada awal perdagangan saham. Nilai transaksi perdagangan masih kecil sebesar Rp 91,67 miliar.
Meski masih menguat, kedua indeks saham syariah ini nampaknya mulai tertekan. Hal ini terlihat dari laju indeks yang beberapa kali mulai mendekati zona merah.
Dari kawasan Asia, laju bursa saham didominasi pelemahan indeks. Selain IHSG, penguatan indeks saham hanya dialami Nikkei Jepang yang menguat 199 poin (1,31%). Sisanya bergerak di zona hijau seperti Hang Seng yang melemah 30,8 poin dan Strait Times Singapura 13,97 poin.
Sementara dari pasar uang, nilai tukar rupiah pagi ini dibuka stagnan. Rupiah pagi ini tak bergerak dari level 11.865 per dilar AS.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo menilai, pelaku pasar masih kebingungan dengan kenaikan 33,45 poin (0,69 persen) yang terjadi pada laju IHSG kemarin. " Penyebab yang paling mungkin memang bahwa kenaikan tersebut terjadi karena window dressing," katanya.
Namun, Satrio tak menutup kemungkinan munculnya sentimen dari data neraca perdagangan yang akan diumumkan siang hari ini, ditambah lagi dengan kemungkinan kembali masuknya dana asing menjelang Pilpres.
" Pemodal sebaiknya tetap memperhatikan pergerakan harga dan aliran dana asing pada hari ini," imbaunya.
IHSG kemarin ditutup dengan signal positif, setelah berhasil ditutup diatas resisten pertama di 4875. Kenaikan tersebut, membuka potensi penguatan IHSG untuk kebali menembus level psikologis 4900. Kenaikan tersebut juga membuka kemungkinan untuk kembali dimulainya rally Pilpres, yang sudah terhenti sekitar 3 minggu.
" IHSG hari ini diperkirakan bergerak naik pada kisaran 4835 - 4905," ujar Satrio seraya menambahkan kenaikan IHSG yang diikuti oleh sentimen positif dari neraca pedagangan dan pemodal asing yang kembali masuk, adalah indikasi yang ditunggu pelaku pasar karena menandakan rally Pemilu sudah akan dimulai.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya