Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pelaku pasar berhasil menggiring bursa saham syariah ke zona positif. Munculnya spekulasi penurunan suku bunga acuan BI rate mendorong investor melakukan aksi beli.
Saham-saham yang diprediksi terimbas kebijakan BI Rate pun kebanjiran aksi beli.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 18 April 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 1,028 poin (0,65%) ke level 159,513.
Penutupan positif juga sukses dicetak indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 5,543 poin (0,83%) ke level 673,350.
Di awal perdagangan, kedua indeks acuan saham syariah ini sempat terhantam isu deadlock-nya pertemuan negara penghasil minyak (OPEC). Tekanan makin berat setelah indeks regional pun bergerak loyo.
ISSI tercatat sempat turun ke posisi terendahnya di 157,379. Sebelum munculnya aksi beli yang membuat ISSI mencetak level tertingginya di sesi penutupan.
Dengan transaksi Rp 3,78 triliun, aksi beli sukses mengangkat 98 emiten syariah ditutup menguat. Meski 76 lainnya masih tertekan ksi jual dan 54 emiten bertahan stagnan.
Indeks sektoral yang terangkat oleh isu penurunan suku bunga BI rate memimpin laju bursa. Indeks sektor infrastruktur memimpin penguatan usai naik 1,70 persen, diikuti keuangan 1,49 persen, dan barang konsumsi 1,09 persen.
Sementara indeks sektor industri aneka turun tajam hingga 1,55 persen. Begitu pula emiten perkebunan yang turun 0,51 persen.
Top gainer indeks bluechips syariah di awal pekan ini dihuni emiten UNVR yang naik Rp 600, UNTR Rp 350, ICBP Rp 150, SMGR Rp 125, dan TLKM Rp 120 per saham.
Di jajaran top losser, bertengger saham-saham syariah seperti ASII yang turun Rp 150, SILO Rp 125, LPPF Rp 100, LGAS Rp 55, dan LSIP Rp 45 per saham.
Di pasar keuangan, kurs rupiah yang sempat melemah, sore ini berbalik naik tipis. Rupiah naik 6 poin (0,05%) menjadi 13.171 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya