Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Sentimen kenaikan indeks Dwo Jones menjaga laju bursa saham syariah Indonesia tetap menguat. Namun tekanan jual mulai melanda beberapa indeks sektoral.
Tekanan justru melanda pasar keuangan. Kurs rupiah pagi ini langsung rontok di atas 1 persen.
Kondisi pasar saham global saat pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) didominasi penguatan. Indeks Hang Seng dan Nikkei tercatat menguat 0,80 persen dan 2,27 persen.
Pada prapembukaan perdagangan BEI, Kamis, 14 April 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,610 poin (0,39%) ke level 158,767.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga naik 3,496 poin (0,53%) ke level 665,384.
Laju positif indeks syariah masih terus bertahan di sesi pembukaan. Kali ini ISSI kembali menanjak 0,665 poin (0,42%) ke level 158,822. Sedangan indeks JII naik 3,595 poin (0,54%) ke level 665,483.
Perdagangan saham syariah pagi ini dimulai dengan transaksi senilai Rp 15,57 miliar dan 64,33 juta saham yang berpindahtangan. Sebanyak 27 saham syariah dibuka menguat dan 2 lainnya melaju lemah.
Kecuali emiten industri dasar yang turun 0,03 persen, sebagian indeks sektoral dibuka menguat. Kenaikan tertinggi dialami indeks sektor barang konsumsi yang naik 0,76 persen. Diikuti manufaktur 0,49 persen dan pertambangan 0,38 persen.
Sementara itu, Indes Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini juga dibuka menguat 19,221 poin (0,40%) ke level 4.872,226.
Lantai bursa pagi ini mengawali transaksi Rp 27,76 miliar dengan posisi asing mencetak nett sell Rp 257 juta.
Dari pasar keuangan, laju penguatan dolar AS membuat sejumlah mata uang asing mengalami tekanan dengan penurunan rata-rata diatas 1 persen. Rupiah bahkan tertekan hebat setelah turun 182 poin (1,39%) menjadi Rp 13.277 per dolar AS
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam