Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah Indonesia menyambut libur akhir pekan di zona merah. Munculnya aksi beli usai berhembus sentimen positif dari regional mengangkat laju Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII).
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 20 Mei 2016, indeks ISSI naik tipis 0,065 poin (0,04%) ke level 153,289.
Kenaikan tipis juga dicetak indeks JII yang menguat 0,749 poin (0,12%) ke level 632,908.
Kedua indeks syariah ini memulai perdagangan dari zona merah. Bahan keduanya sempat turun cukup dalam. ISSI tercatat turun ke level terendah di 152,839.
Transaksi perdagangan saham syariah kembali berjalan relatif normal dengan membukukan nilai Rp 3,21 triliun.
Dengan 27,18 miliar saham yang berpindahtangan, sebanyak 89 saham syariah menyambut akhir pekan di zona hijau. Sementara 80 lainnya tertekan aksi jual dan 58 emiten bertahan stagnan.
Lebih dari separuh penghuni indeks saham bluechips syariah juga bergerak menguat.
Angin positif yang diterima pelaku pasar mendorong sebagian besar indeks sektoral bergerak naik. Emiten industri yang selama ini tertekan, justru menguat 1,40 persen dan 1,14 persen. Disusul emiten sektor barang konsumsi yang naik 0,61 persen.
Sementar saham komoditas mengalami koreksi masing-masing pertanian 0,46 persen dan pertambangan 0,19 persen. Koreksi terdalam dicetak emiten sektor perdagangan yang turun 0,94 persen.
Daftar pencetak kenaikan harga saham tertinggi (top gainer) dihuni INTP yang naik Rp 750, LPPF Rp 200, SMGR Rp 150, SILO RP 125, dan ASII Rp 100 per saham.
Sementara emiten UNTR menjadi pemuncak top losser usai melemah Rp 325. Penghuni lainnya UNVR yang turun Rp 250, MIKA Rp 240, AALI Rp 150, dan ITMG Rp 125 per saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya