Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indonesia Dan IDB Terjalin Kerja Sama MCPS 2016-2020 Senilai US$5,2 Miliar. (Foto: Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)
Dream - Indonesia dan Islamic Development Bank (IDB) telah menandatangani kerja sama Member Country Partnership Strategy (MCPS). Nilai kerja samanya mencapai US$5,2 miliar atau Rp70,61 triliun.
" Sebagai perwujudan MCPS periode 2016-2020, sudah ditandatangani beberapa proyek," kata Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, dalam penutupan Sidang Tahunan ke-41 Islamic Development Bank (IDB) di Jakarta, Kamis 19 Mei 2016.
Bambang merinci nilai komitmen IDB terhadap pemerintah sebesar US$3,5 miliar atau Rp47,53 triliun lewat IDB, US$24,47 triliun lewat Islamic Trade Finance Corporation (ITFC) untuk pembiayaan, dan dari IDB untuk sektor swasta sebesar US$200 juta atau Rp2,71 triliun.
Mantan Wakil Menteri Keuangan ini juga mengatakan ada juga proyek-proyek utama yang diteken Indonesia dengan IDB senilai US$824 juta untuk program infrastruktur, pendidikan, dan pembangkit tenaga listrik.
Untuk program pendidikan, Indonesia mendapat kucuran dana sebesar US$176,5 juta atau sebesar Rp2,39 triliun untuk empat universitas. Rinciannya, pinjaman sebesar US$40,81 juta atau Rp554,58 miliar untuk Universitas Jember, US$35,56 juta atau Rp483,24 miliar untuk Universitas Negeri Malang, US$41,32 juta atau Rp561,51 miliar untuk Universitas Mulawarman, dan US$45,72 atau Rp621,31 miliar untuk Universitas Ageng Tirtayasa.
Lalu, ada juga program perbaikan pemukiman kampung kumuh sebesar US$329,76 juta atau Rp4,47 triliun dan ada program perluasan jaringan listrik dan transmisi sebesar US$330 juta atau Rp4,48 triliun.
Bambang mengatakan seharusnya PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) hadir dalam penandatanganan kerja sama tersebut, namun perusahaan pelat merah itu tidak datang.
" Masih ada yang belum diselesaikan. Makanya penandantangan tertunda. Tapi, proyek akan tetap berjalan dalam waktu dekat," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya