Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah terjun bebas di penutupan perdagangan November 2015. Aksi jual investor asing hingga Rp 1,3 triliun membuat panik pelaku pasar lokal.
Indeks sektoral saham juga berguguran menyambut aksi jual asing tersebut.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 30 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ambruk 3,853 poin (2,68%) ke level 139,799.
Langkah terjun bebas juga melanda indeks saham bluechips syariah. Turun 21,247 poin (3,54%), indeks Jakarta Islamic Index (JII) menutup awal pekan di level 579,797.
Kedua indeks acuan saham syariah ini mendekam di zona negatif sepanjang perdagangan. ISSI dan JII mencetak level terendahnya di sesi penutupan perdagangan.
Aksi jual investor mendorong 119 emiten jatuh ke teritori merah. Hanya 50 emiten yang berhasil masuk zona positif. Lima diantaranya merupakan saham-saham bluechips syariah.
Emiten sektor keuangan mengalami tekanan paling hebat dengan melema 3,97 persen. Disusul industri aneka 3,96 persen, dan industri dasar 2,89 persen.
Top losser indeks JII kali ini dihuni UNVR yang turun Rp 1.750 per saham. Disusul INTP Rp 1.300, AALI Rp 1.125, LPPF Rp 800, dan INDF Rp 525 per saham.
Meski tak terlalu signifikan, lima emiten top syariah yang berhasil menguat adalah AKRA Rp 75, ICBP Rp 50, ASRI Rp 5, SMRA Rp 5, dam PWON Rp 4 per saham.
Tekanan jual yang hebat dari investor asing memang telah membuat rontok bursa saham Indonesia. Terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ambruk 114 poin (2,50%) ke level 4.446,458.
Dengan transaksi meningkat signifikan menjadi Rp 9,46 triliun, bursa Indonesia harus kehilangan Rp 1,45 triliun dana asing hingga sesi paskaperdagangan.
Indonesia masih bisa sedikit lega karena rupiah sore ini naik tipis. Rupiah bertengger di level 13.789 per dollar AS atau turun 12 poin (
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya