Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Diskusi Fashionpreneur Yang Digelar Label Ria Miranda Dan HijUp (Dream)
Dream - Bisnis fesyen Muslim di Indonesia sedang dalam kondisi yang baik. Beberapa fesyen blogger dari mancanegara bahkan menjadikan Indonesia sebagai kiblatnya.
Menurut Managing Director label Ria Miranda, Pandu Rosadi potensi inilah yang harus dijaga. Untuk itu dia menyebutkan peran penting tujuan dalam berbisnis fesyen.
" Tujuannya kita untuk berbisnis itu apa sih? Pertanyaan inilah yang nantinya akan membentuk brand DNA label usaha Anda," jelas pria yang sekaligus suami dari desainer Ria Miranda ini di acara Fashionpreneur yang digelar di Conclave, Jakarta, Sabtu, 28 November 2015.
Selain menekankan pada tujuan berbinis, salah satu hal yang penting bagi para calon pengusaha muda adalah perencanaan. Baginya, perencanaan itu menjadi modal utama tercapainya tujuan dari bisnis yang dijalani. Salah satu perencanaan yang penting untuk dilakukan adalah menciptakan komunitas.
" Pembeli itu sebetulnya tidak loyal. Maka, bangun relation management dengan pembeli. Biarlah para pembeli yang kemudian membuat komunitasnya sendiri," kata pria berkacamata.
Jaringan komunitas inilah yang dianggap menjadi modal penting bagi bisnis fesyen hijab di Indonesia. Sebab, menurut CEO HijUp Diajeng Lestari, banyak fesyen blogger dunia yang belajar mengenai dunia fesyen hijab di Indonesia.
" Ketika saya mengunjungi Bahrain, saya ditanyai seorang fesyen blogger asal Bahrain mengenai label-label karya desainer Indonesia. Dia ternyata telah meneliti sangat dalam perkembangan fesyen hijab di Indonesia," ungkapnya.
Untuk itu, baik Pandu ataupun Diajeng berharap dapat menjadikan label karya desainer hijab asal Indonesia bersaing dalam kancah fesyen dunia. Sebab, menurutnya, ceruk dalam bisnis ini masih teramat besar. Hanya saja, baru sekitar 2 persen yang bermain di dalamnya.
" Indonesia sebagai negara Muslim terbesar merupakan karunia Allah, untuk itu kita harus memberdayakan diri menghadapai tantangan global," jelasnya,
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
