Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Indonesia bakal mengukir sejarah baru dalam dunia penerbangan. PT GMF AeroAsia melaporkan tengah membangun hanggar baru pesawat berbadan kecil (narrow body) yang terbesar di dunia.
Desain hanggar baru ini juga dibuat cukup unik dan berbeda dari ketiga hanggar lain yang dimiliki GMF. Disebut Hanggar 4, areal perawatan pesawat ini dibuat dengan konsep ramah lingkungan.
" Konsep ini berangkat dari keinginan untuk memiliki Hangar berstandar internasional dengan desain yang kreatif,” kata Richard Budihadianto Direktur Utama GMF, Senin, 28 September 2015.
Menurut Richard, hanggar baru ini juga diklaim lebih efektif dari sisi operasional karena pergerakan pesawat lebih fleksibel.
Konsep ramah lingkungan diwujudkan dalam konstruksi khusus pada bagian-bagian Hanggar 4, seperti skylight pada atap dan kaca panasap pada sisi samping hanggar untuk memaksimalkan pencahayaan.
Sementara di lantai 2 yang dijadikan areal perkantoran akan dibuat curtain wall dengan tipe kaca laminated untuk memaksimalkan sirkulasi cahaya dengan kesan modern dan transparan.
Kisi-kisi alumunium juga difungsikan untuk meminimasilir turbulensi udara, bentuk yang tumpul pada sudut atap untuk membantu mengalirkan udara agar tidak terjadi benturan keras pada fasad, serta pengguna Metal Halide (MH) lamps pada hangar untuk menghasilkan warna putih dengan kualitas baik dan konsumsi listrik yang rendah.
“ Kami berharap kedepannya Hangar 4 ini mendapat Sertifikasi Green Building oleh Green Building Council Indonesia, dan diikuti oleh sertifikasi internasional,” tambah Richard.
Pembangunan hangar 4 rencananya akan dikerjakan oleh putera-puteri bangsa Indonesia. Luas area hanggar 4 adalah 67.022 meter persegi (m2) dengan 64.000 m2 area produksi dan 17.600 m2 area perkantoran.
Kapasitas Hangar 4 dapat merawat 16 pesawat berbadan kecil secara bersamaan dengan satu bay untuk fasilitas painting pesawat. Hanggar 4 dapat mengakomodir sebanyak 16 pesawat narrow body secara paralel yang meliputi pekerjaan perawatan ringan maupun berat, modifikasi winglet, perbaikan struktur, modifikasi interior pesawat, pengecatan dan perawatan lainnya.
Predikat hanggar terbesar di dunia sebelumnya dipegang oleh Turkish Technic di negara Turki. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya