Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Emas Masih Menjadi Favorit Untuk Investasi. (Foto: Danausaha.net)
Dream – Pada dasarnya, orang menginginkan hidup sejahtera dan bahagia ketika memasuki usia pensiun. Tak jarang mereka melakukan perencanaan keuangan untuk menghadapi usia senja. Salah satu perencanaan keuangan yang dilakukan adalah investasi.
Berbicara soal investasi, ada beragam produk instrumen keuangan yang tersedia. Sebut saja deposito, saham, reksa dana, dan emas. Berbicara emas, komoditas ini masih menjadi primadona orang-orang untuk berinvestasi.
Mengapa?
Pawning Alliance Officer Pawning Group PT Bank Syariah Mandiri (BSM), Syahrial, mengatakan ada beberapa keuntungan yang ditawarkan emas sebagai instrumen investasi. Pertama, likuditas emas tinggi.
“ Kapanpun dibutuhkan, uang bisa cair,” kata Syahrial kepada Dream.co.id, Jakarta, Kamis 19 Januari 2017.
Berbeda dengan properti, kata dia, properti tidak bisa dicairkan dengan sewaktu-waktu seperti emas.
Syahrial menambahkan investasi emas bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Investasi emas tidak memerlukan biaya yang cukup besar. Misalnya, BSM menawarkan produk cicil emas dengan harga cicil emas harian hanya sebesar Rp4 ribuan per hari.
“ Dengan uang Rp4 ribu, (masyarakat) bisa berinvestasi,” kata dia.
Selain itu, Syahrial mengatakan investasi emas tidak memerlukan keahlian khusus seperti investasi saham. Dikatakan bahwa masyarakat perlu memiliki pengetahuan terlebih dahulu tentang saham sebelum memutuskan untuk menanamkan modalnya di produk keuangan pasar modal ini. Investor bisa menjual emas kapanpun jika mereka membutuhkan.
“ Investasi emas tidak perlu keahlian khusus. Keputusan jual beli emas bergantung kepada keputusan investor,” kata dia.
Meskipun demikian, investasi emas juga memiliki kelemahan, yaitu kemungkinan rugi ketika harga emas jatuh. “ Tapi, (potensi harga emas jatuh) kecil sekali karena pergerakan harga emas cenderung naik,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya