Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Berhati-hatilah Dengan Akun Jejaring Sosial Jika Ingin Bekerja Di Bank.
Dream – Saat ini, orang-orang seharusnya berpikir dua kali jika ingin mengunggah suatu hal di akun jejaring sosial. Terutama bagi mereka yang ingin bekerja di sektor keuangan.
Dilansir dari Business Insider, Sabtu 28 Januari 2017, bank dan lembaga keuangan raksasa akan menggunakan akun media sosial untuk mengecek pelamar potensial yang akan dijaring. Misalnya Facebook, Twitter, dan Instagram.
“ Kami menggunakan situs jejaring sosial, untuk memastikan pemimpin potensial atau manajer keuangan tidak berkomentar atau mengunggah gambar,” kata Senior Vice President Corporate Resolution, Joelle Scott.
Dia mengatakan, jika mereka berbuat demikian, perusahaan tidak akan tertarik untuk menjaring orang itu.
Ada tiga hal yang diperiksa lembaga keuangan atau bank dari akun media sosial seorang talenta potensial. Pertama adalah narkoba. Contohnya, seorang co-operative Bank CEO, Paul Flowers, kedapatan membawa uang cash sebesar 300 poundsterling (Rp5 juta) untuk narkoba.
Yang kedua adalah perilaku cabul. Scott mengatakan mengunggah sesuatu atau berkomentar yang cabul bukanlah perbuatan yang ilegal, tapi perilaku itu memalukan.
“ Perusahaan tidak ingin mereka menjadi bagian dari perusahaan,” kata dia.
Ketiga adalah mengancam dan melecehkan teman, rekan kerja, selebritis, atau tokoh politik.
“ Orang lupa bahwa menggunakan Facebook dan Twitter untuk mengekspresikan opini ekstrem bisa menjadikan posisi tidak nyaman. Tak jarang, perusahaan akan pindah dan mencari kandidat yang lain,” kata dia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya