Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Diskusi Pembahasan Zakat On SDG's Di Thamrin Tower, Jakarta Pusat (Dream.co.id/Maulana)
Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyebut penghimpunan zakat, infaq dan sedekah pada 2015-2016 mengalami kenaikan rata-rata tiap tahun sebesar 20 persen. Kenaikan penghimpunan tersebut, menurut Direktur Amil Zakat Nasional Baznas Arifin Purwakananta salah satunya dipicu bertambahnya kelas menengah Muslim di Indonesia.
" Jadi problemnya banyak orang miskin, tapi jumlah orang menengah muslim naik,"
kata Arifin, di Thamrin Tower, Jakarta Pusat, Kamis, 26 Januari 2017.
Meski tak menyebut jumlah, indikasi kenaikan kelas menengah Muslim dapat terlihat dari konsumsi produk bercitra Muslim. Dia menyontohkan, pertumbuhan kosmetik dan busana Muslim merupakan produk yang banyak dicari.
" Saya melihat, meski ekonomi melambat, tapi ada kelompok-kelompok tertentu dari muzaki Baznas, naik," ucap dia.
Selain pertumbuhan kelas menengah Muslim, kenaikan ZIS turut dipengaruhi oleh pemberitaan media massa mengenai kesulitan yang dialami masyarakat. Dia mengambil contoh, pada saat masa Krisis 1998, lembaga bantuan kemanusian atau filantropi mengalami kenaikan sumbangan hingga 100 persen.
Menurut Anggota Baznas Nana Mintarti, penghimpunan zakat dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Selama 2002-2015, rata-rata, penghimpunan ZIS naik sebesar 39,28 persen.
" Peningkatan itu juga dibuktikan oleh PIRAC (Public Interest Research and Advocacy Center) bahwa tren pembayar zakat selalu naik tiap tahunnya," ucap Nana.
Melihat potensi tersebut, kata Nana, Baznas hingga saat ini akan mengelola penggunaan dana zakat untuk ikut serta dalam pengembangan 16 program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG's). Upaya itu juga dilatarbelakangi, mampu bertahannya ZIS dalam masa krisis finansial.
" Pada tahun 2009, terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 1,3 persen sebagai konsekuensi dari krisis finansial global. Namun, pertumbuhan zakat di tahun yang sama justru meningkat sebesar 6,11 persen," ucap dia.(Sah)
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?


Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu