7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Proyek Roket Ke Bulan Membuat Google Tekor.
Dream – Salah satu raksasa teknologi, Google, masih berjuang mengembalikan semua biaya proyek roketnya. Sebab, Alphabet —induk Google— kehilangan hampir US$1,1 miliar atau sekitar Rp14,71 triliun, dari proyek yang dirilis oleh divisi “ taruhan” ini pada kuartal IV tahun 2016.
Pengalaman pahit itu membuat total kerugian yang dibuat oleh divisi ini sebesar US$3,6 miliar atau sekitar Rp48,1 triliun sepanjang 2016.
Dilansir dari CNN Money, Jumat 27 Januari 2017, divisi tersebut juga melakukan proyek uji coba seperti riset sains untuk kehidupan, mobil swakemudi, dan akses internet supercepat.
Semenjak direstrukturisasi sebagai Alphabet, perusahaan didorong supaya lebih disiplin dalam keuangan dan akuntabilitasnya dari risiko permodalan.
Alphabet memang membidik sebuah proyek untuk memberikan akses internet untuk area pedesaan dengan drone bertenaga surya. Karena ada proyek ini, mereka pun menghentikan proyek Google Fiber yang mahal serta memaksa Nest utuk menekan biaya produksi dan membayar sendiri biaya-biaya lainnya, seperti aspek legal.
Pada saat yang sama, perusahaan pindah ke proyek roket. Pada Desember 2016, mereka memisahkan proyek mobil swakemudi ke dalam perusahaan terpisah bernama Waymo dan mulai bekerja sama dengan produsen mobil lainnya.
“ Kami terus mengalibrasi besar dan laju investasi,” kata CFO Alphabet, Ruth Porat.
Meskipun merugi untuk proyek roket ke bulan, Alphabet berhasil meningkatkan pendapatan dari divisi ini secara substansial. Divisi percobaan ini membukukan penjualan sebesar US$808 juta (Rp10,79 triliun). Penjualan ini naik 82 persen datri tahun 2015. Porat mengatakan pertumbuhan penjualan ini berasal dari Nest, Fiber, dan divisi sains.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?