Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Ilustrasi Jual Beli Tanah. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, ada banyak faktor yang membuat harga tanah terus merangkak naik. Tak heran, banyak orang yang memiliki kelebihan harta tertarik untuk menyimpan uangnya dengan membeli tanah.
Selain harganya yang terus naik, investasi tanah dianggap memberikan prospek yang menguntungkan.
Sebelum memutuskan untuk membeli tanah, ada beberapa faktor yang mempengaruhi harga tanah. Berikut ini adalah rinciannya, dilansir dari Rumah.com, Selasa 24 April 2018.
Lokasi Strategis
Semakin strategis lokasi tanah, semakin tinggi pula harga jualnya. Peningkatan harga tanah memang mengacu pada pemahaman tersebut. Lokasi tanah strategis sangat ditentukan oleh pertimbangan ekonomis. Misalnya, sebidang tanah yang hendak dibeli berada di pusat kota atau dekat pusat pemerintahan. Belum lagi kualitas lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya mendukung. Misalnya, tersedia fasilitas umum dan utilitas umum.
Penguasaan Tanah oleh Beberapa Pihak
Harga tanah bisa naik karena penguasaan tanah yang dilakukan oleh beberapa pihak. Mereka adalah pengembang, investor, serta kumpulan pemilik modal. Pihak-pihak ini membeli lahan dalam skala ribuan hektar, kemudian dijual kembali. Dengan begitu, mereka bisa meraup keuntungan dua tiga kali lipat berkat penjualan tanah.
Meningkatnya Permintaan Properti
Permintaan pembangunan properti, terutama perumahan, menjadi salah satu faktor penyebab harga tanah meningkat. Perkembangan properti di Indonesia terus meningkat, khususnya di Jakarta. Saat ini, hampir semua jenis rumah diminati masyarakat, mulai dari rumah subsidi, tapak, dan subsidi.
Permintaan properti yang tinggi ini juga turut ditunjang oleh pertumbuhan ekonomi yang membaik dan meningkatnya investasi dalam sektor ini. Tak hanya Jakarta, para pengembang juga banyak merambah daerah-daerah pinggiran Jakarta, seperti Serpong dan Depok.
Penasaran dengan dua faktor lainnya, baca selengkapnya di sini.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya