Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Tanah Ternyata Juga Bisa Digunakan Untuk Investasi, Lho. (Foto: Shutterstock)
Dream – Tak hanya rumah dan apartemen, tanah pun bisa dijadikan sebagai instrumen investasi yang menguntungkan. Tanah bisa memberikan keuntungan yang berlipat-lipat jika dijual kembali.
Lalu, bagaimana jika ingin membeli tanah sebagai investasi? Apa yang harus dilakukan?
Dilansir dari keterangan tertulis Lamudi, seperti ditulis Dream, Sabtu, 2 September 2017, hal pertama yang harus dilakukan adalah melihat lokasi tanah.
Ingat, lokasi yang strategis, memiliki nilai jual yang sangat tinggi karena ada sarana dan fasilitas umum yang cukup memadai. Termasuk fasilitas sosial dan fasilitas lain yang menunjang kehidupan ekonomi masyarakatnya.

Kedua, periksalah kelengkapan surat-suratnya. Sebelum membeli tanah, periksa dan pastikan terlebih dahulu keabsahan surat-surat kepemilikannya. Pastikan jika nama yang tertera dalam sertifikat itu adalah nama pemilik tanah itu sendiri agar proses berikutnya lebih mudah.
Sahabat Dream juga bisa memastikan kebenaran ukuran tanah dengan bertanya kepada petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN), untuk menentukan batasan-batasan tanah yang jelas.
Jika semuanya sudah terbukti benar dan sah menurut hukum, maka segera jatuhkan pilihan. Jangan lupa untuk melengkapi transaksi dengan AJB (akte jual beli) dan proses balik nama.

Ketiga, bentuk tanah ideal. Bentuk tanah juga sangat berpengaruh terhadap nilai investasi itu sendiri. Semakin ideal bentuk tanah maka investasi akan lebih menguntungkan dan juga sebaliknya.
Secara ilmu investasi tanah, biasanya rumus yang bisa digunakan adalah lebar muka tanah berkisar antara 40-75 persen dari panjang tanahnya. Misal, 15m x 20x, 12m x 20m, 9m x 20m, atau 6m x 15m.
Bentuk lain tanah yang banyak diminati dan ideal untuk dijadikan investasi adalah bentuk trapesium. Bagian depannya memiliki ukuran yang lebih sempit dibandingkan bagian belakangnya. Jika dipergunakan untuk pembangunan rumah, bentuk tanah akan memberikan tampilan rumah yang terlihat lebih lebar daripada bagian depannya. (ism)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
