Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Dari 65 maskapai Indonesia, ternyata hanya 4 maskapai yang diberikan izin melintasi langit Eropa. Berdasarkan data Otoritas Penerbangan Eropa, keempat maskapai itu adalah PT Garuda Indonesia, Airfast Indonesia, Ekspres Transportasi Antarbenua (Premiair), dan Indonesia Air Asia.
Sementara itu, masih banyak maskapai yang dilarang terbang ke Erpa seperti Lion Air, Batik Air, Sriwijaya, Nam Air, Susi Air, Citilink dan Wings Air.
Apa sebabnya?
Seperti dikutip dari laman situs Kementerian Perhubungan, Kamis, 2 Juli 2015, pelarangan terbang yang diberikan pihak Otoritas Penerbangan Eropa kepada maskapai Indonesia karena adanya kekhawatiran pihak Uni Eropa terhadap hasil audit maskapai nasional yang hasilnya tidak terlalu baik.
" Karena audit tidak terlalu bagus, ada kekhawatiran juga dari Eropa dan tidak menutup kemungkinan kita di-banned (dilarang) kembali," ujar Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (KUPPU) Muzaffar.
Untuk itu, lanjut Muzaffar, pemerintah mendorong adanya perbaikan rencana kerja maskapai nasional agar semakin banyak maskapai yang bisa melintasi Eropa.
Saat ini, pemerintah tengah mengajukan permintaan izin terbang beberapa maskapai ke Benua Biru, di antaranya PT Citilink Indonesia, Lion Group (Lion Air, Batik Air dan Wings Air) dan Indonesia AirAsia X.
" Walaupun hasil audit kita tidak terlalu bagus, tetapi kondisi CAP kita sudah 81,5 perssen fully address. Makanya itu maskapai-maskapai yang kita ajukan akan dibawa ke Brussel untuk menyampaikan terkait safety (keselamatan)," paparnya.
Dia menambahkan, upaya peningkatan CAP dilakukan dengan memperbanyak pelatihan-pelatihan kepada inspektur agar lebih memahami materi dan membekali dengan panduan-panduan terbaru.
" Kalau training (pelatihan) cukup, pekerjaan mereka akan diakui, dan mengerti sekali sekarang kita sedang sosialisai," tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya