AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Dream - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa) mendapatkan penghargaan Economic Challenges Awards 2016 sebagai salah satu perusahaan yang mampu melakukan inovasi dan mendorong pertumbuhan di masa sulit.
Perhargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri kepada Direktur External Relations Japfa Rachmat Indrajaya.
Japfa terpilih sebagai pemenang dalam kategori Aneka Industri dan Manufaktur dengan menyingkirkan empat kandidat lainnya, di mana salah satunya adalah emiten pakan ternak, PT Charoen Phokpand Tbk. Keberhasilan Japfa tersebut karena kemampuan perseroan untuk terus melakukan inovasi dan mendorong pertumbuhan usaha, meskipun harus melalui masa ketidakpastian pada 2016.
" Inovasi adalah pekerjaan yang tidak mudah. Diperlukan kegesitan dan keuletan untuk melakukannya," ujar Rhenald Kasali, salah satu dewan juri Economic Challenges Awards 2016, Rabu kemarin.
Kegesitan dan keuletan Japfa terlihat pada kemampuannya untuk menggaet investor asing seperti KKR Jade Ltd untuk menanamkan modal. Pada pertengahan 2016, Japfa mampu menggaet KRR Jade Ltd untuk menginvestasikan sebesar US $ 81,2 juta atau setara 10,44% saham.
" Saya tidak ingin melihat inovasi sebagai sebuah biaya, tetapi memegang prinsip inovasi atau mati. Mau tidak mau perusahaan harus melakukan inovasi untuk melewati masa yang sulit," kata Kristanto Santosa, pakar inovasi.
Salah satu faktor lainnya yang mampu mendorong Japfa melewati masa sulit adalah inovasi dengan cepat untuk menyikapi berbagai perubahan di pasar dan kebijakan dalam dunia agribisnis.
Sepanjang 2016, terdapat berbagai perubahan kebijakan mendasar mulai dari pengetatan impor jagung, kebijakan impor sapi yang mengalami banyak perubahan, dan berbagai kebijakan lainnya termasuk mengenai harga bahan pokok.
“ Japfa menyakini agribisnis merupakan salah satu pilar utama perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, JAPFA terus-menerus mendorong pertumbuhan dalam industri ini dengan dukungan dari peternak baik ayam, sapi, ikan, dan udang di seluruh Indonesia,” kata Rachmat Indrajaya, External Relations Director Japfa.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli