Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Teknologi Robot Biasanya Digunakan Untuk Pekerjaan Yang Berkaitan Dengan Produksi. (Foto: Shutterstock)
Dream – Menjadi generasi milenial itu sulit, terlebih ketika bicara tentang pekerjaan. Sebab, milenial ini akan bersaing dengan robot untuk memperoleh pekerjaan.
Dilansir dari Business Insider, Senin 8 2017, situs pencari kerja terbesar di Inggris, Indeed, mengatakan sistem robot akan menggantikan pekerjaan kasar. Hal ini disebabkan oleh generasi milenial yang cenderung memilih pekerjaan yang berisiko rendah.
Selain itu, perusahaan memilih sistem robot untuk mengerjakan pekerjaan repetitif—pekerjaan ini memerlukan interaksi yang kurang dengan manusia—secara efisien.
Contohnya di Inggris, Indeed menganalisis pola pencarian pekerjaan secara online di Inggris selama September 2016-Maret 2017. Hasilnya, 48 persen generasi milenial mencari pekerjaan yang tidak memerlukan kerutinan, seperti manajemen, sedangkan baby boomers mencari pekerjaan rutin, seperti penjualan, administrasi, transportasi, dan konstruksi.
Nah, pekerjaan-pekerjaan rutin ini lebih rentan terkena otomatisasi karena melibatkan pengulangan. Pekerjaan yang melibatkan sedikit interaksi dengan manusia, kemungkinan besar akan digantikan oleh robot.
Lalu, Indeed juga menemukan kalau generasi milenial kurang tertarik dengan pekerjaan yang kemungkinan besar akan digantikan oleh robot. Disebutkan bahwa 61,1 persen generasi X mencari pekerjaan rutin, generasi X 55,1 persen, dan generasi milenial ada 52 persen.
Seorang ekonom di Indeed, Mariano Mamertimo, mengatakan teknologi terus membentuk cara bekerja sesuai tipe pekerjaan dan jumlah pekerjaan yang tersedia.
“ Automatisasi adalah sebuah proses, bukan satu peristiwa dan kemajuan teknologi akan mempengaruhi pekerjaan yang berbeda pada waktu yang berbeda,” kata dia.
Mariamo mengatakan bergantinya tenaga manusia dengan tenaga robot untuk sebuah pekerjaan bisa jadi terdengar menakutkan. Namun, ketakutan ini bisa dihilangkan jika orang-orang meningkatkan kemampuan kerja mereka.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya