Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Head Of Marketing Customer Rumah123, Fanny Meilana, Menyebut Kaum Milenial Sebenarnya Mampu Membeli Rumah. (Foto: Rumah123.com)
Dream – Kebanyakan masyarakat, terutama mereka yang sebagian besar aktivitasnya dilakukan di Jakarta, ingin punya rumah di Ibukota. Sayangnya, hunian di Jakarta semakin sulit walaupun peminatnya meningkat..
Head of Marketing Customer Rumah123, Fanny Meilana, mengatakan golongan kekinian memiliki kemampuan dan kemauan tertinggi untuk bisa memiliki hunian sendiri, namun kesulitan untuk membeli rumah. Mereka menunda membeli rumah karena melihat harga hunian di Jakarta yang terus meninggi.
“ Banyak generasi kekinian yang masih berpikir mau punya rumah di Jakarta. Tapi, ternyata kemampuan keuangannya tidak mendukung,” kata Fanny di Jakarta, dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat, 3 Maret 2017.
Dia mengatakan, saat ini orang yang tinggal di daerah penyangga Jakarta, tidak lagi kesulitan mengakses ibukota. Untuk itu, Fanny mengajak kaum kekinian untuk bergegas membeli huniannya sendiri.
“ Dengan sistem transportasi saat ini, (orang) yang tinggal di daerah penyangga, tidak lagi kesulitan menjangkau tempat aktivitas. Tidak ada alasan menunda beli hunian,” kata dia.
Fanny mengatakan masyarakat, termasuk golongan kekinian, bisa melirik proyek-proyek hunian di lingkar luar Jakarta. Jika tak ada waktu untuk menengok proyek-proyek tersebut, masyarakat bisa datang ke pameran properti “ Festival Properti Indonesia (FPI) 2017”.
Deretan properti dari developer-developer terpercaya kembali memenuhi booth di ajang FPI 2017. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp120 juta. Harga yang sudah terbilang sulit ditemukan saat ini.
Tidak hanya itu, beragam promo juga ditawarkan. Salah satunya adalah program down payment (DP) 0 persen atau bisa dicicil. Lantaran promo seperti ini jarang tersedia, sehingga jelas sesuai dengan kondisi sektor properti saat ini, yaitu harga yang terus melonjak tinggi.
Berbeda dengan kebanyakan property expo lainnya, FPI tidak hanya memfasilitasi mereka yang mencari hunian saja. Pengunjung yang ingin merenovasi atau mendekorasi ulang huniannya juga bisa mendapatkan promo menarik di ajang ini, yaitu lelang furnitur isi rumah
FPI 2017 akan digelar di dua kota yang memiliki “ hubungan” transportasi cukup dekat, yakni Depok dan Jakarta. Di Depok, FPI 2017 akan berlokasi di Margocity Mall pada 7-12 Maret 2017. Sementara di Mal Kota Kasablanka akan menjadi tempat gelaran FPI berikutnya, tepatnya pada 14-19 Maret 2017.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya