7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Emiten Sektor Barang Konsumsi Menjadi Buruan Investor Hari Ini.
Dream - Indeks syariah menunjukkan kinerja positif selama perdagangan hari ini, Kamis (2/3/2017). Dua indeks acuan saham syariah, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Indeks (JII) sama sekali tidak keluar dari zona positif sepanjang perdagangan.
Aksi beli pada saham-saham bluechips syariah mendorong laju ISSI bergerak positif. Sentimen kembalinya aksi beli pemodal asing menambah tenaga bagi laju indeks saham syariah.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks ISSI tancap gas dengan menguat 0,919 poin (0,53%) ke level 174,638. Indeks bluechip syariah, JII mengusul dengan menguat 3,982 poin (0,57%) ke level 698,017.
Nilai transaksi saham syariah juga terlihat meningkat dibandingkan perdagangan kemarin. Meski secara volume tercatat stagnan. Nilai transaksi saham syariah mencapai Rp 4,62 triliun dengan 64,62 miliar saham yang berpindahtangan.
Pemodal asing juga mulai kembali mengoleksi saham-saham syariah. Nett buy asing kali ini mencapai Rp 371 miliar.
Secara keseluruhan, mayoritas indeks sektoral juga mencatat kinerja positif. Indeks barang konsumsi naik tajam hingga 2,28 persen, diikuti oleh indeks manufaktur naik 1,92 persen dan indeks indusri aneka 1,63 persen.
Hanya ada satu indeks sektor yang melemah, yaitu infrastruktur sebesar 0,11 persen.
Penguatan indeks syariah didorong oleh emiten keping biru syariah. Saham LPPF dan UNTR menjadi motor utama perdagangan indeks JII dengan mencatat kenaikan Rp1.200 dan UNTR Rp1.175. Top gainer indeks JII lainnya dihuni AALI dan ASII yang naik Rp 150 dan PTPP Rp 110 per saham.
Sebaliknya, emiten bluechip syariah yang menjadi top loser hari ini adalah SILO yang harga sahamnya turun Rp550, UNVR Rp75, dan ICBP Rp25.
Dari pasar uang, nilai tukar dolar terhadap dolar AS naik 3 poin (0,02%) ke level Rp13.352 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?