Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pangeran Fahad Bin Faisal Al Saud. (Foto: Homeofsaud.com)
Dream – Pangeran suatu kerajaan seharusnya bisa menghabiskan kehidupannya dalam kemewahan. Dia tidak perlu bersusah payah bekerja untuk bisa bersenang-senang.
Tapi, kehidupan itu tidak dipilih oleh pangeran ini. Dia lebih memilih untuk berkecimpung di dunia teknologi dan sebagai seorang tech entrepreneur. Siapa dia?
Dilansir dari Business Insider, Kamis 2 Maret 2017, nama sang pangeran itu yakni Pangeran Fahad bin Faisal Al Saud. Dia adalah cucu dari saudara lelaki Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz.

Pangeran mengambil dua studi di Universitas Stanford. Pertama Ilmu Manajemen dan Studi Timur Tengah. dan TeknikMesin. Selepas lulus dan bergelar sarjana Teknik Mesin, Pangeran Fahad direkrut oleh Facebook Arab pada tahun 2009.

Dia membantu mengembangkan Facebook berbahasa Arab pada tahun 2009. “ Facebook adalah alasan saya tidak mengambil gelar magister sekarang. Facebook adalah gelar magister dan doktoral saya,” kata dia kepada Business Insider.
© Dream
Dream - Fahad melihat jejaring sosial seperti Facebook membawa perubahan di dunia Arab. Dia juga melihat media sosial buatan Mark Zuckerberg ini bisa digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi.
Pangeran juga melihat media sosial juga bisa membantu menciptakan pekerjaan baru di Timur Tengah dan di seluruh dunia.
“ Media sosial tidak berbeda dengan telepon atau televisi, tapi itu membuat orang menjadi lebih transparans dan bertanggung jawab terhadap apa yang mereka katakan,” kata dia.
© Dream
Dream - Setelah keluar dari Facebook pada 2011, Pangeran Fahad juga membantu inovasi beberapa startup, seperti Na3M Games dan Appiphany. Na3M alias New Arabic Media, misalnya, merupakan platform permainan “ Twist” berbahasa Arab.
Sementara Apphiphany ini merupakan startup yang membuat aplikasi Instafeed. Dia juga menanamkan modalnya di aplikasi permainan, Popover Games.
Fahad membantu pengembangan sebuah program terjemahan komunikasi otomatis yang mengizinkan pemain, untuk berkomunikasi dengan bahasa yang beragam selama permainan.
“ Idenya adalah membantu komunikasi dan meruntuhkan tembok bahasa dengan mengizinkan orang-orang untuk bermain dengan pemain di seluruh dunia,” kata dia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya