Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dokumentasi Japfa
Dream - Pabrik produksi vaksin ternak berbasis Tissue Culture resmi didirikan PT Vaksindo Satwa Nusantara (Vaksindo). Ini merupakan upaya menanggulangi berbagai virus baru yang bermunculan pada hewan, khususnya hewan ternak.
Langkah ini juga bagian upaya Vaksindo yang telah bersinergi dengan Japfa dalam mengembangkan produksi vaksin-vaksin baru dengan biaya yang terjangkau.
Vaksindo mempunyai kelebihan karena terintegrasi dalam Japfa Group, mempunyai jaringan distribusi yang luas, mengikuti perkembangan teknologi, menghadirkan terobosan dan inovasi, yang dapat memberikan solusi dalam waktu singkat.
Para peternak tidak hanya ingin proteksi terhadap kematian dan gejala klinis, namun juga kepada pencegahan terhadap performance loss, seperti gangguan produksi telur di ayam petelur dan gangguan pertumbuhan di ayam broiler.
Nantinya, teknologi yang digunakan pun akan menghasilkan jumlah antigen yang banyak dalam waktu singkat, tanpa tergantung pada bahan baku Telur Ayam Bertunas (TAB).
" Reoreantasi strategi pemain global yang fokus pada penanganan penyakit hewan peliharaan (pet) telah meninggalkan kekosongan bagi segmen industri hewan ternak yang berupa core business Japfa Group. Hal inilah yang mendorong kami untuk memperluas infrastruktur dan meresmikan unit baru kami, Tissue Culture-Plant, ujar Head of Unit SBU AHLE (Strategic Business Unit Animal Health & Livestock Equipment) Teguh Y. Prajitno dalam keterangan tertulis, Jumat 30 Desember 2018.
Penambahan infrastruktur ini merupakan sebuah solusi dalam menghadapi tingginya kebutuhan pasar, serta mendorong pengembangan vaksin untuk penanganan penyakit bagi hewan ternak yang saat ini kian bermunculan.
Vaksindo merupakan salah satu mata rantai strategis bisnis unit Japfa sebagai penghasil vaksin untuk berbagai segmen, mulai dari unggas hingga ternak besar. Setelah bergabung bersama Japfa, Vaksindo melebarkan jangkauan pasarnya ke negara-negara di Asia Tenggara, Timur Tengah dan Afrika.
" Vaksindo mempunyai kelebihan karena terintegrasi dalam JAPFA Group yang mempunyai jaringan distribusi yang luas, dan selalu dituntut untuk senantiasa peka dengan perkembangan teknologi."
Pembangunan pabrik ini semakin meneguhkan eksistensi Vaksindo dan kedepannya. Diharapkan bisa terus mengakselerasi pertumbuhan sesuai visi perusahaan menjadi penyedia produk animal health terdepan di Indonesia dan pasar ekspor di Asia dan Afrika.
PT Vaksindo Satwa Nusantara merupakan salah satu anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, perusahaan agribisnis terkemuka di Indonesia yang memiliki lini bisnis produksi pakan ternak, pembibitan ayam, pembibitan dan penggemukan sapi, budidaya perairan, serta produksi vaksin dan obat-obatan hewan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya