Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Dalam Acara "Women's CEO Summit". (Foto: Akun Resmi Instagram Sri Mulyani)
Dream – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengakui kerap mendapat pertanyaan seputar karier. Salah satunya cara menjadi seorang menteri sekaligus istri dan ibu rumah tangga.
Dikutip dari akun resmi Instagram yang dikutip Dream, Jumat 13 Oktober 2017, Sri Mulyani memberikan tips-tips wanita karier yang sukses dalam acara “ Women’s CEO Summit” di Hotel Ritz Carlton, Washington, Amerika Serikat.
“ Di depan para CEO wanita, dalam kesempatan ini saya berbagi pengalaman tentang hal yang sering ditanyakan kepada saya sebagai seorang wanita, yaitu bagaimana menjadi seorang menteri dan sekaligus istri, serta ibu rumah tangga,” kata dia.
Menurut salah satu mantan Bos Bank Dunia itu, ada empat hal penting untuk menjadi wanita karier yang sukses. Pertama, harus punya role model di keluarga.
Sri Mulyani mencontohkan ayah dan ibunya berprofesi sebagai dosen. Dia pun menjadi sang ibu menjadi sosok inspiratif dan teladan.
“ Walaupun harus mengasuh dan membesarkan anaknya yang berjumlah sepuluh orang, dia (ibu Sri Mulyani) berhasil memperoleh gelar doktor,” kata dia.
Kedua, lanjut Sri Mulyani, wanita karier memerlukan dukungan keluarga. Selain orangtua, dukungan dari suami dan anak-anak juga bisa mendorong seorang wanita karier bisa mencapai puncak keberhasilan.
“ Tidak ada hal yang tidak mungkin bila semuanya mendukung. Keluarga adalah mitra utama kita,” kata dia
Kunci ketiga, wanita karier selalu memberikan yang terbaik dalam bekerja. Sri Mulyani mengatakan menghabiskan waktu 8-10 jam di tempat kerja akan memberikan rasa bersalah bagi wanita karier yang telah berkeluarga.
" Rasa bersalah itu harus dikompensasi dengan melakukan semua pekerjaan dengan baik, sehingga tidak ada rasa penyesalan,” kata dia.
Terakhir, wanita karier harus saling memberikan semangat dan motivasi kepada sesama wanita pekerja. Karena perjalanan karir seorang wanita tidak mudah. Diperlukan pemberdayaan dan penguatan agar dapat saling mendukung.
“ Selain itu semua, ketika kita di rumah, jangan lupa untuk melepaskan atribut di tempat bekerja dan berlaku sebagaimana seorang wanita yang menjadi istri bagi suami dan ibu bagi anak-anak kita,” kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya