Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham syariah berbalik melemah setelah pagi tadi berusaha melanjutkan laju penguatan. Bergugurannya bursa Asia memaksa investor memilih aksi jual saham.
Indeks sektoral yang mendominasi zona hijau di sesi pembukaan justru berbalik posisi. Hanya emiten keuangan dan barang konsumsi yang ditutup menguat 0,36 persen dan 0,05 persen.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 23 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) jatuh 1,393 poin (0,97%) ke level 142,934.
Emitan saham bluechips syariah juga dilanda aksi jual sehingga menggerus indeks Jakarta Islamic Index (JII). Turun 8,948 poin (1,48%), indeks JII melemah ke level 595,597.
Transaksi jual saham investor mendorong 94 emiten ISSI mengalami koreksi harga. Sebanyak 23 diantaranya berasal dari emiten bluechips syariah.
Sisanya, 66 emiten syariah berhasil menguat dan 62 penghuni ISSI bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,21 triliun dengan 30,16 miliar saham berpindahtangan.
Top losser di jajaran bluechips syariah dihuni INTP yang turun Rp 700. Disusul UNTR Rp 400, SCMA Rp 210, INDF Rp 200, dan ITMG Rp 175 per saham.
Saham-saham kepng biru syariah yang sukses menguat diantaranya AALI yang menguat Rp 475, UNVR Rp 300, LPPF Rp 275, LSIP Rp 70, dan SSMS Rp 10 per saham.
Tak hanya indeks syariah yang berbalik melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ditutup melemah. Turun 20,268 poin (0,44%), IHSG bertengger di level 4.541,066.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah juga mengalami tekanan. Turun 87 poin (0,64%), kurs rupiah bertahan di level 13.710 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya