Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Saham (Merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia bergerak melemah jelang pengumuman data ekonomi terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) pekan depan. Indeks bursa saham ikut tertekan oleh aksi jual investor asing.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 30 Mei 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok 91,67 poin (1,84%) ke level 4.893,9.
Jatuhnya IHSG di tengah bayang-bayang sentimen negatif membuat indeks saham syariah ikut tertekan. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas 2,69 poin (1,65%) ke level 161,08.
Nasib yang sama dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 17,12 poin (2,54%) ke level 656,83.
Transaksi perdagangan saham syariah sebetulnya berjalan cukup ramai dengan melibatkan 59,30 miliar saham. Nilai transaksi perdagangan jelang akhir pekan ini menembus Rp 6,12 triliun.
Besarnya transaksi perdagangan saham kemungkinan terjadi akibat aksi jual investor. Tercatat 124 emiten syariah mengalami koreksi harga sementara hanya 80 emiten yang bergerak menguat.
Indeks saham syariah sebetulnya memulai perdagangan di zona hijau. Indeks ISSI dibuka menguat ke level 164,19 dan sempat menyentuh posisi terkuat di 164,22.
Tekanan yang cukup besar di pasar saham serta aksi jual pemodal asing memaksa indeks bursa saham Indonesia tergelincir masuk zona hijau. Pasar tampaknya mulai mengantisipasi kemungkinan terburuk dari data ekonomi terbaru dari BPS.
Saham-saham bluechips syariah yang selama ini mengisi daftar pencetak harga tertinggi justru tergusur. Top gainer jelang akhir pekan ini dihuni oleh MPPA yang menguat Rp 235, diikuti MNCN Rp 110, PWON Rp 37, INDF Rp 25 dan TLKM Rp 25 per saham.
Koreksi cukup dalam justru dialami emiten bluechips syariah seperti UNVR yang terpangkas Rp 1,075 per saham, INTP Rp 975, ITMG Rp 825, SMGR Rp 500, dan AALI Rp 475 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya