Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Investor Main Aman, Indeks Syariah Jatuh Jelang Data BPS

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 30 Mei 2014 16:18
Investor Main Aman, Indeks Syariah Jatuh Jelang Data BPS
Indeks bursa saham Indonesia yang dibuka menguat di awal perdagangan tak mampu mempertahankan penguatannya. Indeks jatuh ke zona merah di tengah aksi jual pemodal asing dan jelang pengumuman data BPS

Dream - Bursa saham Indonesia bergerak melemah jelang pengumuman data ekonomi terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) pekan depan. Indeks bursa saham ikut tertekan oleh aksi jual investor asing.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 30 Mei 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok 91,67 poin (1,84%) ke level 4.893,9.

Jatuhnya IHSG di tengah bayang-bayang sentimen negatif membuat indeks saham syariah ikut tertekan. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas 2,69 poin (1,65%) ke level 161,08.

Nasib yang sama dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 17,12 poin (2,54%) ke level 656,83.

Transaksi perdagangan saham syariah sebetulnya berjalan cukup ramai dengan melibatkan 59,30 miliar saham. Nilai transaksi perdagangan jelang akhir pekan ini menembus Rp 6,12 triliun.

Besarnya transaksi perdagangan saham kemungkinan terjadi akibat aksi jual investor. Tercatat 124 emiten syariah mengalami koreksi harga sementara hanya 80 emiten yang bergerak menguat.

Indeks saham syariah sebetulnya memulai perdagangan di zona hijau. Indeks ISSI dibuka menguat ke level 164,19 dan sempat menyentuh posisi terkuat di 164,22.

Tekanan yang cukup besar di pasar saham serta aksi jual pemodal asing memaksa indeks bursa saham Indonesia tergelincir masuk zona hijau. Pasar tampaknya mulai mengantisipasi kemungkinan terburuk dari data ekonomi terbaru dari BPS.

Saham-saham bluechips syariah yang selama ini mengisi daftar pencetak harga tertinggi justru tergusur. Top gainer jelang akhir pekan ini dihuni oleh MPPA yang menguat Rp 235, diikuti MNCN Rp 110, PWON Rp 37, INDF Rp 25 dan TLKM Rp 25 per saham.

Koreksi cukup dalam justru dialami emiten bluechips syariah seperti UNVR yang terpangkas Rp 1,075 per saham, INTP Rp 975, ITMG Rp 825, SMGR Rp 500, dan AALI Rp 475 per saham. (Ism)

Beri Komentar