Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Polri Membentuk Satgas Pangan Untuk Memantau Harga Pangan Di Pasar. (Foto: Dream.co.id/Ilman Nafi'an)
Dream - Harga pangan berpotensi melonjak setiap kali Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Lonjakan itu diduga terjadi akibat adanya praktik penimbunan bahan pangan.
Untuk mencegah aksi tahunan itu terjadi dan menjaga harga pangan stabil, Polri membentuk satuan tugas (Satgas) pengamanan bahan pangan. Satgas ini akan bertugas menjamin keamanan jalur distribusi bahan pangan, dan menindak praktik penimbunan.
“ Perintah Bapak Presiden dalam ratas jelang Ramadan dan Lebaran, beliau ingin terjadi stabilitas harga sembako. Jangan sampai harganya naik yang memberatkan rakyat,” kata Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, di Jakarta, Rabu, 3 Mei 2017.
Tito mengatakan tugas utama Satgas Pangan adalah memberantas rantai distribusi spekulan (dan) monopoli harga. Satgas ini juga bertugas memantau harga bahan pokok di pasar.
Dia berujar, jika ada pihak-pihak yang berani mempermainkan harga menjelang Ramadan dan Lebaran, mereka akan ditindak secara hukum. Satgas ini akan dipimpin oleh Irjen Pol Setyo Wasisto dan menggandeng sejumlah instansi terkait.
“ (Kami) selalu mengevaluasi kinerja satgas setiap dua minggu sekali,” kata dia.
Keberadaan satgas ini menyebar hingga daerah melalui Polda, di bawah komando Direktur Reserse Kriminal Khusus. Beberapa dinas yang terlibat di daerah adalah Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya