Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jokowi Ingin Harga Daging Berada Di Bawah Angka Rp100 Ribu Per Kg. (Sumber: Merdeka.com)
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan harga bahan pangan, termasuk daging sapi, turun selama Ramadan dan Idul Fitri 2016. Bahkan, Jokowi meminta bahan pangan bisa diturunkan.
" Saya ingin harga itu (harga daging sapi) betul-betul tidak kurang dan lebih di angka Rp80 ribu (per kg). Beras, karena ini juga pas panen raya, mestinya juga sama. Harganya juga bisa diturunkan," kata Jokowi di Istana Negara, dilansir dari situs Sekretariat Kabinet, Rabu 27 April 2016.
Jokowi meminta kepada para menteri ekonominya agar bisa membalikkan rutinitas yang terjadi setiap Ramadan, yaitu harga bahan pangan selalu naik. Dia menginginkan harga bahan pangan turun selama periode tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, mantan walikota Solo ini menekankan para menteri ekonominya agar bisa menekan harga bahan pangan selama Ramadan.
" Sebagai contoh. Misalnya, daging sekarang harganya Rp120 ribu per kg. Presiden meminta untuk bisa diturunkan pada saat Ramadan dan Lebaran di bawah Rp80 ribu," kata Pramono di tempat yang sama.
Diperlukan upaya-upaya pemerintah untuk menurunkan harga. Lanjut Pramono, misalnya mempermudah perizinan di kementerian terkait. Bahkan, Jokowi pun mengancam akan mencopot menteri yang mempersulit dan memperlama izin yang bertujuan untuk menurunkan harga bahan pangan.
" Jadi, tidak boleh bermain-main dengan hal yang berkaitan dengan keterserdiaan (barang) untuk masyarakat, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan dan Idul Fitri," kata dia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menambahkan, ada juga komoditas pangan yang sering dikonsumsi di rumah tangga, yaitu cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih. Harga bahan pangan ini disebut-sebut juga naik akhir-akhir ini.
" Itu diminta oleh Presiden untuk mulai dikendalikan dan dicarikan jalannya, apakah ini persoalan logistik, apakah ini persoalan pasokannya yang betul-betul kurang, itu harus dicari jalan untuk mengatasinya," kata Darmin. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya