Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo Dalam Acara Rapat Koordinasi Nasional Kadin. (Foto: Setkab.go.id)
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai isu pelemahan daya beli masyarakat sengaja dihembuskan untuk kepentingan menjelang tahun politik 2019. Menghadapi serangan tersebut, Jokowi akhirny blak-blakan menjawab tudingan tersebut.
“ Kalau orang politik memang tugasnya seperti itu, kok, membuat isu-isu untuk 2019. Ya sudah kita blak-blakan saja. Wong 2019 tinggal setahun,” kata dia di Jakarta, dalam acara “ Penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kamar Dagang dan Industri, dikutip dari setkab.go.id, Rabu 4 Oktober 2017.
Jokowi mengatakan daya beli masyarakat Indonesia tak turun. Yang terjadi adalah pergeseran perdagangan dari offline ke online dan banyak orang yang tidak melihatnya. Dia berkata jasa kurir naik 130 persen pada akhir September 2017.
“ Angka ini didapat dari mana? Ya, kami mengecek DHL, JNE, Kantor Pos (PT Pos Indonesia). Saya kan juga orang lapangan. Jangan ada yang membantah,” kata dia.
Mantan wali kota Solo ini juga membeberkan data Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang mencatat kenaikan 12,14 persen. Artinya ada peningkatan aktivitas ekonomi. Begitu pula dengan peningkatan penerimaan pajak dan industri.
“ Terserah percaya atau tidak, tapi angka ini saya peroleh. Kalau masih ada yang ngotot, ya, silakan maju. Gampang sekarang. Silakan maju, kita bicara atau nanti pas ketemu harinya saya atur,” kata dia.
Menyinggung banyaknya toko konvensional yang tutup, Jokowi mengakui ada toko yang tutup, tetapi sewa gudang meningkat. Jasa perusahaan di bidang sewa gudang ini naik 14,7 persen.
“ Artinya apa? Ada swifting pergeseran dari offline ke online. Di Tiongkok juga sama. Yang tutup sudah lebih dari 30 persen. Sama,” kata dia.
Jokowi mengatakan orang-orang juga turut menggunakan media sosial seperti Facebook dan Instagram untuk berjualan. Angka penjualan ini tak bisa dilacak dengan baik. Untuk bisa melacaknya, pemerintah menggunakan jasa kurir.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya