Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Inggris Berencana Kembali Menerbitkan Surat Utang Syariah Dua Tahun Lagi.
Dream – Inggris berencana menerbitkan surat utang syariah (sukuk) pada tahun 2019. Penerbitan surat utang syariah ini bisa mempercepat Inggris untuk menggenjot industri keuangan syariah.
Dilansir dari Salaam Gateway, Selasa 3 Oktober 2017, Inggris menjadi negara Barat pertama yang merilis sukuk senilai 200 juta poundsterling (Rp3,59 triliun) pada tahun 2014. Instrumen keuangan syariah yang jatuh tempo pada 2019 ini sudah 10 kali kelebihan penawaran.
Pemerintah Inggris mengatakan transaksi tersebut berada di luar program. Namun seorang sumber dari Perbendaharaan Negara Inggris yang enggan disebutkan namanya mengatakan Inggris berencana untuk menerbitkan kembali sukuk ketika sukuk tahun 2014 ini jatuh tempo.
“ Inggris menjadi pusat keuangan syariah bagi Barat dan pemerintah berkomitmen untuk mendorong industi keuangan syariah di masa depan,” kata sumber seorang sumber yang tak mau disebutkan kepada Reuters.
Sekadar informasi, Brexit bisa mengancam dominasi London sebagai pusat keuangan karena berpotensi membuat perusahaan-perusahaan yang berbasis di London untuk menjual produk di seluruh Uni Eropa.
Brexit dapat mengancam dominasi London sebagai pusat keuangan syariah karena berpotensi membuat perusahaan-perusahaan yang berbasis di London untuk menjual produk di seluruh UE. Namun, Brexit bisa memperkuat hubungan London dengan negara-negara non-Uni Eropa.
Co-chairman and partner konsultan keuangan syariah di Dome Advisory, Bilal Khan, mengatakan surat utang syariah yang akan dirilis kedua kalinya oleh Inggris diprediksi mencapai 1 miliar poundsterling (Rp17,99 triliun).
“ Brexit telah meningkatkan minat pemerintah Inggris di keuangan syariah karena Inggris bisa membangun jaringan ekonomi dengan negara-negara non-Uni Eropa,” kata Bilal.(Sah)
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?